Wamen Transmigrasi Ajak Perguruan Tinggi Kembangkan 61 Desa Wisata Kawasan Transmigrasi
Jakarta, lingkarmedia.com – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menerima kunjungan Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU, ASEAN Eng beserta rombongan. Kunjungan pimpinan kampus yang beralamat di samping Tol Kebon Jeruk, Jakarta tersebut untuk menjajaki kerjasama dalam berbagai hal, seperti magang, kuliah kerja nyata (KKN), dan pengembangan desa wisata di kawasan transmigrasi. Kedatangan Arief Kusuma diterima langsung Wamen Transmigrasi di Ruang Kerjanya Gedung C, Komplek Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta pada Selasa (18/3/2025).
Viva Yoga menyambut baik kedatangan Rektor Universitas Esa Unggul tersebut. Wamen mengaku, jalinan komunikasi dirinya dengan Universitas Esa Unggul sudah berlangsung lama.
“Saya senang mendapat kunjungan dari Bapak Rektor dan pimpinan lainnya. Beberapa hari yang lalu saya menjadi key note speech yang digelar oleh Universitas Esa Unggul”, ungkap Viva Yoga.

Dalam pertemuan tersebut dikatakan, Kementerian Transmigrasi terbuka melakukan kerja sama atau kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi. Keinginan dari perguruan tinggi yang berdiri pada 1993 untuk ikut mengembangkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat disambut dengan gembira. “Kita akan konsen menjajaki kerja sama mengembangkan desa wisata”, ungkapnya.
Wamen Viva Yoga memaparkan, ada 61 desa wisata di kawasan transmigrasi. Desa wisata sebanyak itu terbagi menjadi 7 tematik yaitu agrowisata, budaya, edukasi, gunung, kuliner, sungai, dan pantai. Lebih detail disebutkan, Agrowisata berada di kawasan transmigrasi Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, NTB, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Wisata Budaya berada di Sumatera Barat, Kalimantan Timur, dan NTT. Wisata Edukasi berada di Bangka Belitung, NTT, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara. Wisata Gunung berada di Aceh, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Wisata Pantai berada di Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara. Wisata Sungai ada di Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tenggara serta Wisata kuliner ada di Sulawesi Tenggara.
Wakil Menteri Transmigrasi berharap dengan adanya kolaborasi untuk membina desa wisata dengan berbagai pihak termasuk dengan Universitas Esa Unggul akan lebih meningkatkan potensi yang ada, sehingga dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi transmigran dan masyarakat sekitarnya.
Dalam pembinaan desa wisata, warga transmigran akan diberi pelatihan terkait skill kepariwisataan, pengembangan UMKM, sadar hukum, dan pengetahuan lainnya. “Sehingga wisatanya berkembang, masyarakatnya pun semakin berdaya”, tutur mantan anggota Komisi IV DPR itu.
Ditegaskannya, rencana kolaborasi perlu segera direalisasikan sehingga bisa menambah kemakmuran warga transmigran. “Paling penting adalah konkrit untuk mengembangkan kawasan transmigrasi”, tegas Viva Yoga.
Hadir dalam pertemuan tersebut selain rektor, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Dr. Rilla Gantino; Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Erna Febriani, S.Si, M.Si; Sekretaris Program Studi Ilmu Hukum Dr. Farida Nurun Nazah, S.HI., MH; Kepala Program Studi Teknik Informasi Fakultas Ilmu Komputer Dr. Riya Widayanti, S.Kom, MM.SI; Kepala Biro Kerja Sama Dr. Ayu Larasati, S.Sos., M.Ikom; Dosen Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis Dr. Erlina Puspitaloka Mahadewi; dan Staf Bagian Kerja Sama Annisa Maulida S,Ikom.
(Tim)








