Terima Kunjungan Bupati Toraja Utara dan Aceh Barat, Wamen Viva Yoga Bahas Transmigrasi

IMG_20250415_211916

Jakarta, lingkarmedia.com – Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong dan Bupati Aceh Barat Tarmizi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans). Kedatangan dua bupati tersebut diterima langsung Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Kantornya , Kalibata Jakarta, Selasa (15/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, baik Victor Palimbong maupun Tarmizi menyampaikan dinamika dan tantangan pembangunan kawasan transmigrasi yang ada di wilayahnya.

Kepada awak media, Viva Yoga mengatakan penempatan trasmigran di Toraja Utara dilakukan sejak tahun 2010 hingga 2013. Dimana warga transmigrasi tersebut berasal dari penduduk setempat yang melakukan transmigrasi lokal maupun penduduk asal Jawa Tengah,  Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur dengan jumlah mencapai ratusan kepala keluarga.

” Jumlah transmigran yang mencapai ratusan kepala keluarga itu tersebar di dua kawasan transmigrasi yakni di Rante Karua SP.1  dan Rante Karua SP.2”, ungkap Viva Yoga.

Wamen Viva Yoga antusias mendengar ungkapan Victor Palimbong didampingi Kepala Disnakertrans Toraja Utara Deddy Elward Rombe Raru. Menurut mereka, bahwa kabupaten itu ingin mengembangkan kawasan transmigrasi hingga Rante Karua SP.5.

Menurut Viva Yoga, perluasan kawasan transmigrasi di Kabupaten Toraja Utara menunjukan, bahwa program pemerintah yang dilakukan sejak tahun 1950 itu telah berhasil mengubah lahan-lahan kosong menjadi lahan yang produktif dan menciptakan kawasan pertumbuhan baru.

Sebagai kabupaten yang berada di dataran tinggi, Toraja Utara baik untuk sektor perkebunan. Dimana penduduk lokal maupun warga transmigran banyak yang mengembangkan tanaman kopi sebagai produk penduduk maupun transmigran yakni kopi Toraja yang telah popular di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Victor Palimbong memperlihatkan dua bungkus kopi asli toraja, Viva Yoga memuji rasa kopi jenis arabica yang ditanam di kawasan transmigrasi. “Rasanya mantap” ujarnya.

Sebagai dukungan terhadap kewirausahaan kopi masyarakat Toraja Utara, disampaikannya Kementrans mempunyai program pendidikan dan pelatihan usaha bagi warga transmigran.

Viva Yoga menegaskan, bila di Toraja Utara ada transmigran yang menggeluti usaha kewirausahaan perkopian maka Kementrans siap memberi dukungan dan pelatihan di sana. “Kita juga akan membantu pengadaan peralatan pengolahan usaha kopinya”, tegasnya.

Ditambahkannya, dengan tumbuhnya tanaman kopi di kawasan transmigrasi di Toraja Utara menunjukan bahwa kawasan-kawasan yang ditempati oleh para transmigran adalah kawasan yang subur. “Di kawasan transmigrasi lainnya ada komoditas unggulan lainnya, seperti coklat”, tuturnya.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, saat Viva Yoga bertemu Tarmizi. Beliau mengungkapkan bahwa di Provinsi Aceh ada 1 kawasan transmigrasi prioritas nasional, 13 kawasan transmigrasi bidang, dan 1 lokasi SP Bina dengan 170 KK. Di Aceh Barat, kawasan transmigrasi berada di Woyla. “Nah Kementrans di Woyla akan merehab dan membangun toilet sekolah”, pungkasnya.

(Dra)