TNI AL (Lantamal) XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan Ballpres Asal Malaysia

IMG_20250531_083951

Jakarta, lingkarmedia.com  – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XII Pontianak, kembali berhasil penyelundupan ballpress asal Malaysia tujuan Jakarta di Pelabuhan Dwikora, Pontianak,  Kamis (29/5).

Hal ini disampaikan Komandan Lantamal XII Laksamana Pertama TNI Avianto Rooswirawan, S.E., M.Si., M.Tr., dalam konferensi pers yang berlangsung di Mako Satpol Lantamal XII pada Jum’at (30/5/2025).

Opsla dilakukan berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat setempat, bahwa akan ada barang illegal yang masuk dari Perbatasan RI-Malaysia melalui jalur darat yang selanjutnya akan diselundupkan dari Kalimantan Barat ke Jakarta melalui pelabuhan Dwikora Pontianak. Sebagai tindak lanjut, Tim F1QR Lantamal XII melaksanakan pengumpulan data di area pergudangan dan pelabuhan.

Selanjutnya, Tim F1QR Lantamal XII melaksanakan pemeriksaan terhadap Truk Fuso dan sopir atas nama AR (38) diduga bermuatan barang ilegal yang akan di bawa ke Jakarta menggunakan Kapal Fajar Bahari VIII.

Pelaku dan barang bukti berupa 1 unit truk, 1 orang sopir, dan 22 koli ballpress kemudian diamankan ke Markas Komando Satuan Patroli (Mako Satrol) Lantamal XII guna dilaksanakan pengecekan lebih lanjut.

Tim F1QR Lantamal XII berkoordinasi dengan Bea Cukai Kalimatan Barat dalam melaksanakan penyidikan dan penghitungan jumlah muatan. Setelah dilaksanakan pendalaman, didapatkan 22 koli ballpress yang dikamuflase dengan muatan ekspedisi lainnya. Barang bukti tersebut ditaksir senilai Rp. 165 juta.

Diduga, pelaku melanggar ketentuan Pasal 102 (a) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan karena berpotensi merugikan negara dalam penjualan produk dalam negeri terutama UMKM yang dapat mempengaruhi pendapatan perekonomian Negara.

Keberhasilan penggagalan penyelundupan ballpress ini merupakan langkah nyata dan komitmen TNI AL dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan dan menindak tegas segala bentuk penyelundupan.

Hal ini selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menegaskan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap seluruh tindak pelanggaran penyelundupan di wilayah pelabuhan.

Sumber : Dinas Penerangan Angkatan Laut.

(Red)