Tim Grasstrack Kota Batu Raih 1 Perunggu, 2 Pembalap Didiskualifikasi
Kota Batu, lingkarmedia.com – Kejuaraan Porprov IX Jatim cabang olahraga Grasstrack di Sirkuit Jalibar Kota Batu masuk dalam babak final pada Jum’at (20/6/2025). Pada babak ini diikuti 16 pembalap untuk kelas Race Trail Max 155cc standart beregu dan 16 pembalap pada kelas Race Trail Max 155cc standart perorangan.
Dalam kelas ini, tim Grasstrack Kota Batu harus puas mendapatkan 1 medali perunggu di kelas standart perorangan atas nama pembalap Miftakhul Andika. Sedangkan untuk kelas modifikasi perorangan dan beregu gagal mendapatkan medali disebabkan masalah teknis.

Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Batu, Afifuddin Nur Kepada awak media dirinya mengatakan,” untuk dari Kota Batu sendiri mendapatkan satu medali perunggu di nomor tiga untuk kelas standart perorangan, dikarenakan ada sesuatu hal karena rantai lepas. Kita yang gagal di kelas modifikasi perorangan dan beregu atas nama Kafa dan Afriya”.
Sebelumnya, Afifuddin Nur menargetkan Cabor ini mendapatkan 5 medali emas. ” Kita kemarin menargetkan mendapat 5 medali emas di dua cabang yakni Balap Motor dan Grasstrack. Di balap motor kemarin kita dapat satu emas dan satu perak, tadi kita sudah berusaha tapi belum berhasil, kita cuma mendapat satu perunggu,” ujar Afifuddin.

Lebih lanjut, Afifuddin menjelaskan bahwa kegagalan ini dipengaruhi waktu yang mepet untuk persiapan mengikuti Porprov IX Jatim. “Ini baru pertama kali grasstrack dilombakan di Porprov, persiapan tidak ada satu tahun. Jadi sangat kurang, waktunya mendadak”.
Afifuddin berharap di waktu berikutnya, pihaknya akan mempersiapkan pembalap sejak dini dalam hal latihan serta persiapan motor.
Menyinggung adanya pembalap yang didiskualifikasi, Ketua IMI Kota Batu ini membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan, “sebetulnya kita bisa mendapatkan dua perunggu di kelas beregu. Namun ternyata ada kelalaian yang tidak disengaja dari tim kita untuk memasang sesuatu part yang belum terpasang sempurna, mungkin karena terburu-buru atau karena kecapekan sehingga kena diskualifikasi”.
Selain pembalap dari Kota Batu, terdapat pembalap dari daerah lain seperti dari Sidoharjo dan Ponorogo dalam kendala dan kelas yang sama. “Kalau tidak kena diskualifikasi, kita sudah mendapatkan dua perunggu. Ini akan jadi evaluasi ke tim kami ke depannya”.
(Ji)








