Longsor Pandanarum, Pencarian Korban Hilang Terkendala Tanah Bergerak

IMG_20251118_195923

LINGKARMEDIA.COM – Pencarian korban hari ketiga bencana longsor di Dusun Situkung, Desa/Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masih terkendala tanah yang masih bergerak. Akibatnya pencarian korban tidak bisa menggunakan alat berat, Selasa (18/11/2025).

“Alat berat belum bisa naik karena berdasarkan laporan assesmen tim geologi, masih ada pergerakan lumpur di area longsoran. Tanahnya masih bergerak dan masih terdapat air di bawah permukaan (longsor),” kata Kepala BPBD Kabupaten Banjarnegara Aji Piluroso, Selasa (18/11/2025).

Meski begitu, operasi penyelamatan tetap dilanjutkan. Dalam operasi pencarian hari ini, tim SAR gabungan dibagi dalam tiga regu. Tim menjadi tiga SRU. Ada SRU 1, 2, dan 3.

“Di setiap titik minimal ada tiga alkon, 10-20 personel, dan satu unit alat berat yang sudah kami siapkan meski belum bisa terjunkan,” katanya.

Aji menambahkan, hingga siang ini, kondisi di sekitar lokasi masih sangat dinamis. Sehingga, baru ada beberapa tim yang dikerahkan untuk naik ke lokasi longsor Banjarnegara.

“Saat ini, tim belum bisa digerakkan sepenuhnya ke atas untuk asesmen. Baru beberapa orang yang bisa naik karena kondisi yang masih sangat dinamis,” ujarnya.

Data BPBD Banjarnegara, hingga Selasa pagi ada dua korban tewas dan dua lainnya terluka. Korban luka akibat longsor Pandanarum dirawat di RSUD Banjarnegara. Sedang rumah yang terdampak longsor menjadi 47 Rumah dan pengungsi bertambah menjadi 917 orang.

Berdasarkan informasi terbaru, jumlah korban sebanyak 41 warga ditemukan di hutan dalam keadaan sehat. Sedangkan korban dievakuasi 1 orang meninggal dunia dan 1 lagi dilarikan ke Rumah Sakit. Sementara korban belum diketemukan sebanyak 27 orang yang saat ini masih dalam proses pencarian.

Penulis: Tim Reaksi Bencana

Editor: Ramses