Ayatollah Khamenei Gugur, RRT dan Rusia Rekomendasikan Tiga Solusi Jalan Keluar

IMG-20260302-WA0194

LINGKARMEDIA.COM –  Merespons situasi yang kian tak terkendali terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar pembicaraan darurat via telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Minggu (1/3/26).

“Pembunuhan secara terang-terangan terhadap pemimpin satu negara berdaulat serta dorongan terhadap perubahan rezim juga tidak dapat diterima. Tindakan-tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional,” tegas Wang Yi.

Dari laman Antara, Wang Yi memperingatkan bahwa saat ini kawasan Teluk Persia berada di ambang kehancuran total. “China menyatakan keprihatinan yang sangat serius atas perkembangan tersebut,” ungkapnya.

Dalam pembicaraan tersebut, Wang Yi menegaskan tiga poin utama posisi Beijing terhadap krisis di Iran:

1. Hentikan Operasi Militer Segera

“Mencegah meluasnya perang dan dampak lanjutannya serta menghindari situasi berkembang menjadi tidak terkendali. China menghargai keamanan negara-negara Teluk dan mendukung agar mereka tetap bersikap menahan diri,” tambah Wang Yi.

2. Kembali ke Meja Perundingan

“Semua pihak harus secara aktif mendorong perdamaian dan penghentian konflik, serta mendesak pihak terkait untuk segera kembali ke meja perundingan,” ujarnya.

3. Tolak Tindakan Sepihak

Wang Yi menilai penggunaan kekuatan militer tanpa restu PBB telah merusak tatanan dunia yang dibangun pasca-Perang Dunia II. “Komunitas internasional harus menyampaikan sikap yang jelas dan tegas untuk menolak dunia kembali pada hukum rimba,” tegasnya lagi.

Senada dengan Beijing, Menlu Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa tindakan AS dan Israel telah merusak stabilitas kawasan secara fundamental. Rusia siap berkoordinasi dengan China melalui berbagai platform internasional.

“Rusia memiliki posisi yang sejalan dengan China dan bersedia memperkuat koordinasi serta komunikasi dengan China menggunakan platform seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Shanghai untuk menyampaikan sinyal yang jelas, menyerukan penghentian perang segera, serta kembali ke proses perundingan diplomatik,” kata Lavrov.

Agresi militer ini membawa dampak yang sangat destruktif. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam serangan tersebut. Tak hanya itu, sejumlah petinggi militer elit Iran juga tewas, termasuk Mohammad Pakpour (Komandan IRGC), Abdulrahim Mousavi (Kepala Staf Militer), Aziz Nasirzadeh (Menteri Pertahanan) dan Ali Shamkhani (Sekretaris Dewan Pertahanan).

Data sementara menunjukkan setidaknya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat gempuran yang juga menyasar ibu kota Teheran tersebut.

Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi adanya warga negara mereka yang turut menjadi korban luka dalam serangan tersebut. Saat ini, sejumlah warga China juga terdampar di wilayah Iran.

Jalur evakuasi darurat yang disiapkan Republik Rakyat Tiongkok bagi warga negaranya melalui empat negara yakni Azerbaijan, Armenia, Turki, dan Irak.

 

Penulis: Tim Ekopol

Editor: Ramses