Friderica Widyasari Dewi Jabat Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisaris OJK

Rosan-Roeslani-tengah-membuka-kegiatan-Dialog-432

LINGKARMEDIA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjamin kesinambungan kepemimpinan dan kelancaran pelaksanaan tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan serta pelindungan konsumen dan masyarakat dengan melakukan penunjukan Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) yang ditetapkan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta hari ini, para pejabat tersebut diantaranya;

Friderica Widyasari Dewi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK;

Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon.

Penunjukan Anggota Dewan Komisioner Pengganti ini dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK dan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK untuk menjaga stabilitas organisasi dalam menjalankan fungsi dan pencapaiannya. Keputusan jabatan Pejabat Pengganti ini berlaku efektif pada 31 Januari 2026.

Serta, Jefri Hendrik ditunjuk sebagai pimpinan sementara BEI (Pjs Direktur Utama) menyusul mundurnya Iman Rachman.

OJK menegaskan akan melakukan penajaman terhadap seluruh kebijakan, program kerja dan agenda strategis OJK untuk merespons berbagai perkembangan yang terjadi di sektor keuangan. OJK juga memastikan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun masyarakat tetap dilakukan secara optimal untuk terus menjaga stabilitas sektor keuangan dan memperkuat perlindungan konsumen.

Sementara, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani optimistis bursa saham Indonesia ke depan lebih baik. Rosan meyakini kepercayaan investor baik dari dalam maupun luar negeri terhadap pasar modal Indonesia akan terus meningkat.

“Kami melihat justru dengan adanya perkembangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, ini menjadi momentum yang sangat baik untuk kita meningkatkan kualitas transparansi, akuntabilitas dari bursa kita. Yang memang saya bilang it’s long overdue. Yang mestinya memang (sudah) kita lakukan dari terlebih dahulu,” kata Rosan di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Rosan menambahkan, kehadiran direksi baru di Otoritas Jasa Keuangan dan BEI bisa terus menumbuhkan tingkat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

“Saya meyakini ke depannya para investor dalam maupun luar negeri mempunyai penilaian yang positif bahwa justru inilah momentum kita menjalankan hal yang baik dan yang benar dan mengakselerasi yang memang mestinya kita lakukan,” ungkapnya.

Penulis : Tim Ekopol

Editor : Ramses