Menghindari Kriminalitas, Pantai Jodo Tidak Ada Event Perayaan Tahun Baru

pantai-jodo

LINGKARMEDIA.COM – Sebagai upaya mempertahankan serta melestarikan lingkungan hidup di garis pantai, pada perayaan Tahun Baru 2026, pengelola Kawasan Wisata Pantai Jodo Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang tidak menggelar event perayaan tahunan tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Sidorejo, Sumpeno saat ditemui awak media di kediamannya. Menurutnya, kebijakan ini diambil guna menghindari terjadinya kriminalitas.

“Untuk tahun baru, yang sudah kami persiapkan ini acara tradisi tahunan. Karena kita punya pantai Jodo, mengingat juga DTW (Daya Tarik Wisata). Tapi memang saya tekankan untuk tidak ada event apapun, karena tidak pengen di pantai Jodo itu ada tindakan kriminal yang tidak kita inginkan,” ungkap Sumpeno, Selasa (30/12/2025).

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menggalakan ekonomi masyarakat Desa Sidorejo. “Yang jelas kami akan menggalakan ekonomi masyarakat kami masyarakat Sidorejo yang selama ini dalam kurun dua puluhan tahun bisa mengais rejeki atau bisa berjualan di pantai tersebut “.

Dari banyaknya wisatawan berkunjung di pantai Jodo yang tak pernah sepi, dalam pengelolaannya mengutamakan  terciptanya keramahan lingkungan.

“Yang pertama memang kita ciptakan keramahan lingkungan dari warga kita sendiri, yang kedua kita ciptakan alam itu untuk asri alami. Dan kita tidak pernah atau menghadirkan investor untuk menyentuh hal-hal yang lebih modern kami belum,” tambahnya.

Menyinggung alasan tidak menghadirkan investor, Kades Sidorejo ini mengatakan, “karena program kami awal itu adalah lingkungan hidup, seperti tanaman Cemara itu, lingkungan hidup yang kita programkan untuk menepis atau menopang benteng abrasi”.

Tingginya animo masyarakat berkunjung ke pantai yang dikelola Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) ini karena harga tiket masuk yang terjangkau oleh masyarakat serta tidak adanya parkir liar.

“Dan kami tegaskan dalam Perdes kita untuk masyarakat wilayah Sidorejo tidak dipungut biaya apapun. Dan untuk masyarakat luar, penataannya kita selalu ada laporan pertanggung jawaban per tahun dari pengelola ke desa dan dinas pariwisata,” ujar Sumpeno kepada awak media.

Sementara, dalam menghadapi tahun baru 2026 dengan cuaca seperti saat ini, Sumpeno mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk antisipasi pelonjakan jumlah pengunjung.

Dalam penjelasannya, Sumpeno menyampaikan,”kita sudah merapat ke dinas pariwisata berkaitan dengan upaya antisipasi itu. Yang jelas nanti kita sudah maksimal mungkin untuk penghimbauan, keamanan, tim SAR kita di sana sudah dimaksimalkan, karena kegiatan ini kegiatan tahunan yang tiap tahun kita alami”.

Untuk pengamanan di pantai Jodo, pihak Pemdes dan pengelola akan melibatkan beberapa unsur antara lain, Babinkamtibmas, Babinsa, tenaga Relawan, tim SAR, pemuda serta masyarakat.

Penulis : Tim Sadar Wisata

Editor : Shereen Mulya