Setiap 28 Desember Peringatan Film Pendek, Berikut Daftarnya

IMG-20251228-WA0004

LINGKARMEDIA.COM – Tanggal 28 Desember, yang sering kali jatuh di tengah libur panjang akhir tahun setelah Hari Natal, bukanlah hari besar nasional resmi di Indonesia, tetapi menyimpan beragam makna menarik baik dari sisi sosial, hiburan, seni, maupun keagamaan.

Di balik kesan santai sebagai bagian dari long weekend, hari ini diwarnai oleh beberapa peringatan informal internasional yang populer di tanah air, seperti ajakan untuk menelepon teman lama, bermain kartu bersama keluarga, hingga mengapresiasi karya film pendek lokal.

Bagi umat Kristiani khususnya Katolik, tanggal ini juga memiliki dimensi spiritual mendalam sebagai Hari Kanak-Kanak Tak Berdosa. Peringatan 28 Desember sering dikaitkan dengan beberapa peringatan informal yang bersifat santai dan sosial, terutama karena jatuh di musim liburan akhir tahun setelah Natal.

Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai makna-makna tersebut yang membuat 28 Desember tetap istimewa di penghujung tahun.

Hari Film Pendek Nasional

Beberapa sumber di Indonesia menyebut 28 Desember sebagai Hari Film Pendek Nasional, meskipun sebenarnya ini merujuk pada National Short Film Day yang berasal dari Amerika Serikat.

Hari ini memperingati pemutaran film pendek komersial pertama oleh saudara Lumière pada 28 Desember 1895 di Paris, yang menjadi cikal bakal industri bioskop modern.

Di Indonesia, peringatan ini digunakan untuk menghargai karya sineas lokal dalam genre film pendek, yang mampu menyampaikan cerita mendalam secara ringkas.

Komunitas perfilman sering mengadakan pemutaran, festival, atau diskusi untuk mendukung kreator muda. Ini berbeda dengan Hari Film Nasional resmi Indonesia yang jatuh pada 30 Maret (mengenang film Darah dan Doa karya Usmar Ismail). Namun, tanggal ini tetap menjadi momentum apresiasi terhadap inovasi dan kontribusi film pendek dalam memperkaya budaya visual tanah air.

YouTube saat ini menjadi salah satu yang paling digemari oleh banyak orang untuk menonton film pendek. Tak banyak yang tahu, ternyata ada beberapa rekomendasi film pendek terbaik Indonesia di YouTube.

Hari Menelepon atau Panggilan Teman (National Call a Friend Day) 

Peringatan ini berasal dari tradisi di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai National Call a Friend Day. Hari ini dirayakan setiap 28 Desember untuk mengingatkan pentingnya menjaga hubungan persahabatan di tengah kesibukan sehari-hari.

Di era digital saat ini, komunikasi sering terbatas pada pesan teks atau media sosial, sehingga menelepon langsung menjadi cara lebih personal untuk menyapa teman lama. Di Indonesia, peringatan ini populer sebagai pengingat untuk mempererat silaturahmi, terutama menjelang akhir tahun.

Manfaatnya termasuk mengurangi rasa kesepian, memperkuat ikatan emosional melalui suara langsung, dan menjadi momen refleksi atas hubungan sosial sebelum memasuki tahun baru. Banyak orang memanfaatkannya untuk menghubungi teman yang sudah lama tidak bertemu, cocok dengan nilai budaya Indonesia yang menekankan kebersamaan.

Hari Bermain Kartu (Card Playing Day)

Ini adalah hari internasional yang dirayakan pada 28 Desember untuk mendorong aktivitas santai bermain kartu bersama keluarga atau teman. Permainan kartu seperti remi, poker, uno, atau capsa telah ada sejak berabad-abad (kartu remi pertama dicetak sekitar tahun 1300-an), dan hari ini menjadi kesempatan untuk menikmati hiburan sederhana tanpa gadget.

Di Indonesia, momen ini sangat cocok dengan suasana liburan akhir tahun, di mana banyak keluarga berkumpul setelah perayaan Natal. Bermain kartu tidak hanya menghibur, tapi juga memperkuat ikatan keluarga, melatih strategi, dan menciptakan tawa bersama. Sering kali diselenggarakan turnamen kecil di rumah atau komunitas, membuatnya menjadi tradisi santai yang menyenangkan di tengah long weekend.

Hari Kanak-Kanak Tak Berdosa (Feast of the Holy Innocents)

Secara keagamaan, khusus bagi umat Kristiani (terutama Katolik), 28 Desember adalah Hari Kanak-Kanak Tak Berdosa atau Feast of the Holy Innocents (Pesta Para Bayi Tak Berdosa).

Hari ini memperingati pembantaian bayi laki-laki di Betlehem dan sekitarnya oleh Raja Herodes Agung, seperti diceritakan dalam Injil Matius 2:16-18. Herodes memerintahkan pembunuhan semua anak laki-laki berusia di bawah dua tahun karena takut kehilangan takhtanya akibat kelahiran Yesus sebagai “Raja Orang Yahudi”.

Meskipun bukan hari besar nasional resmi, 28 Desember di Indonesia diisi dengan beragam peringatan informal yang berfokus pada kebersamaan, hiburan santai, dan apresiasi budaya di tengah libur akhir tahun.

Tanggal 28 Desember juga menjadi pengingat duka bagi Indonesia atas Tragedi AirAsia QZ8501 pada tahun 2014. Pesawat yang terbang dari Surabaya menuju Singapura ini mengalami kecelakaan di perairan Selat Karimata.

Peristiwa ini menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat. Setiap tahun, peringatan ini menjadi momen refleksi nasional. Ini adalah pengingat akan pentingnya keselamatan penerbangan dan ketangguhan tim SAR (Search and Rescue) dalam operasi pencarian dan evakuasi yang menantang.

Penulis: Tim Literasi Global

Editor: Umi Sudarto