Manifes Rahim Yang Memberontak

FB_IMG_1765927297982

Oleh : Shenina Febryani Hesti

Manifes Rahim Yang Memberontak

Aku bukan kelopak yang bisa diklip di buku tafsir moral.

Aku adalah duri yang tumbuh dengan tajam di rahim sejarah,

melukai siapa pun yang mencoba menjinakkan nyeri dengan ayat.

Tubuhku bukan kuil tempat para nabi patriarki bersujud,

bukan pula peti amal kesucian yang bisa ditakar dengan rok panjang.

Tubuhku adalah gua gelap tempat dewa-dewa jatuh dan mengutuki nasib mereka sendiri

karena tak sanggup menaklukkan satu perempuan.

Aku tidak lahir untuk jadi bingkai dalam lukisan keluarga sakinah.

Aku adalah kanvas luka

dan setiap tetesan darah di sela kakiku

adalah surat pengunduran diri dari sistem yang memaksa

perempuan tersenyum saat dicabik-cabik norma.

Mereka bilang:

perempuan yang keras kepala akan masuk neraka.

Tapi mereka lupa: neraka adalah ruang tunggu yang kami sulap jadi ruang tamu.

Kami duduk di sana, merokok pelan dari bibir trauma,

menunggu dunia meminta maaf.

Aku perempuan.

Tidak butuh simpati. Tidak perlu persetujuan.

Cukup beri aku panggung

dan saksikan sistem itu terbakar oleh kata-kataku sendiri.

(Shenina Febryani Hesti adalah seorang aktivis perempuan yang menyuarakan perjuangan kaum perempuan)