Penyaluran Pupuk Subsidi 6,5 Juta Ton, Distribusi Digeber

IMG-20251110-WA0131

Jakarta, lingkarmedia.com – Pupuk Indonesia mempercepat penyaluran pupuk subsidi dengan alokasi yang telah ditingkatkan menjadi 9,55 juta ton.

Realisasi penyaluran sudah mencapai 6,7 juta ton dari alokasi tersebut. Penyaluran ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petani yang memasuki masa tanam dan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Pupuk Indonesia juga memastikan bahwa petani dapat dengan mudah mendapatkan pupuk subsidi hanya dengan menunjukkan KTP.

Selain itu, harga pupuk subsidi telah turun 20%, yang semakin meningkatkan keterjangkauan pupuk bagi petani. Untuk pertama kalinya dalam sejarah program pupuk bersubsidi, pemerintah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang mulai berlaku pada 22 Oktober 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 yang diterbitkan pada tanggal yang sama.

Penyaluran pupuk subsidi dipercepat dengan meningkatkan sosialisasi agar penyaluran tepat sasaran kepada petani yang berhak. Data petani yang mendapatkan pupuk subsidi telah tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK).

PT Pupuk Indonesia melaporkan realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai 6,5 juta ton dari kuota 9,55 juta ton. Penyaluran akan terus ditingkatkan, seiring meningkatnya permintaan petani yang saat ini memasuki masa tanam.

“Kami menggerakkan seluruh tenaga penjualan kami di daerah-daerah untuk memastikan bahwa seluruh petani yang memang memilih hak dan masuk di RDKK itu bisa melakukan penebusan hingga nanti akhir tahun,” jelasnya.

Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Subsidi :

– Pupuk Urea: Rp 1.800/kg atau Rp 90.000 per sak kemasan 50 kg

– Pupuk NPK: Rp 1.840/kg atau Rp 92.000 per sak kemasan 50 kg

– Pupuk NPK untuk Kakao: Rp 2.640/kg atau Rp 132.000 per sak kemasan 50 kg

– Pupuk ZA: Rp 1.360/kg atau Rp 68.000 per sak kemasan 50 kg

– Pupuk Organik: Rp 640/kg atau Rp 25.600 per sak kemasan 40 kg.

Tim

 Redaksi