Kena OTT, Gubernur Riau Abdul Wahid Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK
Jakarta, lingkarmedia.com – Gubernur Riau Abdul Wahid terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK bersama sembilan orang lainnya. Abdul Wahid telah diterbangkan ke Gedung Merah Putih Jaksel.
Gubernur Riau Abdul Wahid langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (4/11) pagi tadi. Pemeriksaan dilakukan usai Abdul Wahid terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (3/11) malam di Pekanbaru Riau.
Ke tujuh orang itu juga telah tiba di Gedung KPK berbarengan dengan Abdul Wahid. Sementara itu, masih ada satu orang lagi yang terjaring dalam OTT tersebut dijadwalkan akan dibawa ke Gedung Merah Putih pada sore hari.
Penangkapan terjadi hanya delapan bulan setelah Abdul Wahid dilantik Sebagai Gubernur Riau. Diketahui, Abdul Wahid dilantik Prabowo Subianto di Istana pada 20 Februari 2025 bersama Wakil Gubernur SF Harianto setelah memenangkan Pilgub Riau 2024.
Operasi dilakukan setelah KPK menerima laporan terkait dugaan praktik suap yang melibatkan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Riau.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang telah ditangkap tersebut.
Dari catatan publik, Abdul Wahid saat ini tercatat memiliki kekayaan bersih Rp 4,8 miliar per LHKPN 31 Desember 2024 yang terdiri dari properti, kendaraan, dan kas-setara kas
Abdul Wahid kelahiran Kabupaten Indragiri Hilir, 21 November 1980 ini resmi menjabat sebagai Gubernur Riau periode 2025-2026. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Riau ia merupakan anggota DPR RI mewakili dapil Riau ll periode 2019-2024 dan pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Riau dua periode dari 2009 sampai 2019.
Dihimpun dari berbagai sumber, Abdul Wahid tumbuh dalam keluarga sederhana, masa kecilnya diwarnai oleh perjuangan ekonomi yang berat terutama setelah ayahnya wafat ketika ia berusia 10 tahun.
Wahid menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negri Sei Simbar pada tahun 1994. Melanjutkan ke MTs Sei Simbar dan lulus pada 1997.
Melanjutkan pendidikannya masuk pesantren Ashhabul Yamin, Agam hingga lulus pada tahun 2000. Abdul Wahid melanjutkan kuliah S-1 di IAIN SUSKA Riau jurusan pendidikan Agama Islam.
Sebelum terjun ke dunia politik, Abdul Wahid menjabat sebagai direktur salah satu perusahaan dari tahun 2002.
Pada tahun 2002, ia pun memilih bergabung dengan PKB. Usai bergabung dengan PKB, Abdul Wahid memperdalam pengalaman berorganisasi nya dengan menjadi Wakil Sekretaris PC HMI tahun 2002–2003, lalu menjadi Wakil Sekretaris DPW PKB Riau pada tahun 2002–2004 dan tahun 2004–2009.
Redaksi








