Desa Wisata Pilihan Dengan Pesona Alam dan Budayanya
Lingkarmedia.com – Negeri ini punya ribuan desa yang menyimpan kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang masih terjaga ratusan tahun lamanya.
Banyak dari desa ini yang kini dikembangkan menjadi desa wisata di Indonesia, di mana kamu bisa merasakan langsung kehidupan masyarakat lokal, menikmati keindahan alam, sekaligus belajar budaya yang otentik.
Kamu bisa mencoba aktivitas yang jarang ditemukan di perkotaan, seperti menanam padi, membuat kerajinan tangan, atau ikut upacara adat.
Desa Penglipuran di Bali
Desa Penglipuran adalah desa adat yang terkenal di Bali, dikenal karena kebersihan, arsitektur tradisional, dan pelestarian budaya yang kuat.
Desa Penglipuran terletak di Kabupaten Bangli, Bali, sekitar 60 kilometer dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Desa ini memiliki ketinggian antara 500-600 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh desa-desa adat lainnya. Sejarah desa ini dapat ditelusuri kembali ke zaman Kerajaan Bangli, sekitar 700 tahun yang lalu, dan dipercaya bahwa penduduk desa ini berasal dari Desa Bayung Gede.
Jalan setapak di Desa Penglipuran bebas kendaraan bermotor, jadi suasananya sangat tenang.
Kamu bisa berkeliling sambil mencicipi minuman tradisional loloh cemcem atau membeli kerajinan bambu buatan warga. Spot fotonya juga melimpah, terutama di gerbang masuk desa yang ikonik.
Desa Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur
Wae Rebo atau Wae Rebo adalah sebuah desa adat terpencil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Manggarai. Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.
Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang.
Wae Rebo dinyatakan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012 dengan menyisihkan 42 negara lainnya. Wae sendiri dalam bahasa manggarai artinya ialah “air”. Desa Wae Rebo sendiri sudah berumur 1200 tahun dan sudah memasuki generasi ke 20. Dimana 1 generasi berusia 60 tahun lamanya.
Perjalanan menuju Desa Wae Rebo memerlukan tracking sekitar 3-4 jam melalui hutan pegunungan. Tapi, begitu sampai, rasa lelah langsung terbayar dengan pemandangan rumah adat berbentuk kerucut (Mbaru Niang) yang berdiri megah di tengah hamparan hijau.
Pagi harinya, kabut tipis sering menyelimuti desa, menciptakan suasana magis. Kamu bisa menginap di rumah warga dan ikut merasakan aktivitas harian mereka seperti berkebun kopi.
Desa Baduy di Banten
Bagi yang ingin “detox” dari teknologi, Desa Baduy Dalam adalah tempat sempurna. Masyarakat Baduy masih memegang teguh adat, termasuk larangan penggunaan listrik dan kendaraan.
Kamu bisa berjalan kaki melewati perbukitan dan jembatan bambu, melihat proses bertani tradisional, dan belajar filosofi hidup sederhana mereka. Untuk versi yang lebih terbuka pada wisatawan, kamu bisa mengunjungi Baduy Luar.
Desa Sade di Lombok
Desa ini jadi pintu gerbang untuk mengenal budaya Sasak. Rumahnya dibangun dari anyaman bambu dan beratap alang-alang, lantainya dilapisi campuran tanah dan kotoran sapi untuk menjaga suhu tetap sejuk.
Warga Desa Sade terkenal dengan tenun ikatnya yang rumit. Kamu bisa belajar menenun atau membeli kainnya langsung dari pengrajin.
Desa Candirejo di Jawa Tengah
Terletak hanya beberapa kilometer dari Candi Borobudur, Desa Candirejo menawarkan paket wisata berbasis masyarakat. Kamu bisa berkeliling desa naik andong, belajar membuat jamu, atau ikut membajak sawah.
Kuliner khas seperti getuk goreng dan wedang uwuh bisa kamu cicipi di rumah warga. Suasana pedesaan nya sangat cocok untuk refreshing setelah mengunjungi candi.
Desa Ketenger di Jawa Tengah
Berada di lereng Gunung Slamet, Desa Ketenger punya udara sejuk dan panorama alam memukau. Wisatawan bisa menjelajahi Curug Gomblang, kebun teh, dan hutan pinus.
Warga desa juga menyediakan homestay untuk wisatawan yang ingin bermalam sambil menikmati kehidupan pedesaan. Aktivitas seperti memetik teh atau memancing di sungai jadi daya tarik tersendiri.
Desa Nglanggeran di Yogyakarta
Desa ini mengusung konsep ekowisata dengan atraksi utama Gunung Api Purba. Kamu bisa hiking sambil menikmati panorama alam dari puncak.
Selain itu, ada Embung Nglanggeran, waduk buatan di puncak bukit yang jadi spot foto populer, terutama saat sunset. Warga desa juga memproduksi olahan kakao, dan kamu bisa belajar membuat cokelat langsung dari biji kakao.
Desa Tenganan di Bali
Desa Tenganan adalah rumah suku Bali Aga yang memiliki tradisi unik. Salah satunya adalah ritual Mekare-kare atau perang pandan yang diadakan setiap tahun.
Selain itu, desa ini juga terkenal dengan kain tenun gringsing yang rumit pembuatannya dan dipercaya memiliki kekuatan mistis.
Mengunjungi desa ini berarti kamu akan menyelami sejarah dan budaya yang sangat berbeda dari Bali pada umumnya.
Desa Kete Kesu di Sulawesi Selatan
Kete Kesu adalah salah satu desa adat Toraja yang masih mempertahankan rumah adat Tongkonan dan situs pemakaman tebing.
Desa ini terasa seperti museum hidup, di mana setiap sudutnya menyimpan cerita. Wisatawan bisa melihat upacara adat, belajar membuat ukiran khas Toraja, dan menikmati panorama perbukitan yang indah.
Desa Papuma di Jawa Timur
Dekat dengan pantai Papuma yang terkenal, desa ini menawarkan pemandangan laut yang mempesona.
Kamu bisa ikut melaut bersama nelayan, belajar memancing, atau sekadar menikmati hasil tangkapan laut segar. Pagi hari, suasana sunrise di pantai benar-benar tak terlupakan.
Menjelajahi desa wisata di Indonesia adalah cara terbaik untuk menikmati alam, budaya, dan keramahan masyarakat lokal sekaligus. Dari desa adat yang penuh sejarah hingga desa pesisir yang indah, setiap destinasi punya daya tarik unik yang nggak akan kamu temukan di kota besar.
Penulis: Tim Advertising








