Kebijakan Gubernur Jabar Dedy Mulyadi, Tak Berdampak Ke Kota Batu

IMG-20250702-WA0036

Kota Batu, lingkarmedia.com – Menanggapi kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, terkait larangan bagi sekolah untuk mengadakan study tour. Kebijakan yang sebenarnya diberlakukan untuk sekolah di wilayah Jawa Barat memang memiliki dampak ke wilayah lain.

Larangan untuk sekolah melaksanakan study tour memang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Dampak tersebut tentunya akan berpengaruh pada pendapatan para pelaku usaha hotel dan wisata.

Berbeda dengan yang terjadi di Kota Batu, sebagai salah satu kota wisata di Jawa Timur, kebijakan dari pada Gubernur Jawa Barat tersebut tidaklah berdampak sama sekali.

Hal ini disampaikan Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariyadi saat ditemui awak media. Dirinya menanggapi kebijakan apa yang dikeluarkan KDM merupakan hal yang wajar selalu kepala daerah. Namun ketua PHRI ini menegaskan lebih baik untuk acara study tour tidak dilakukan ke luar dari Jawa Timur.

“KDM selalu kepala daerah wajar mengeluarkan kebijakan itu yang pada akhirnya akan keliling di daerahnya masing-masing. Sebaiknya kita sendiri begitu, di Batu dan Jawa Timur kalau bisa kompak untuk study tour tidak keluar dari Jawa Timur”, tegasnya, pada Selasa (1/7/2025).

Dengan melakukan study tour tidak keluar dari wilayah Jawa Timur, menurut Sujud Hariyadi hal tersebut justru akan meringankan dalam hal biaya dan keamanan lebih terjaga.

“Kalau itu dilakukan tidak keluar dari Jawa Timur, maka biaya lebih ringan tidak memberatkan wali murid, kedua safety nya lebih terjaga,” tambahnya.

Ditambahkannya, apa yang dilakukan KDM hanya berpengaruh terhadap daerah-daerah terdekatnya. Tidak berpengaruh di wilayah Jogyakarta hingga Bali. ” Itu kan hanya di Jawa Barat, buktinya di Jawa Tengah, Jogya dan Bali tidak ada masalah”.

Di Selecta sendiri, di tengah pro kontra kebijakan KDM tidak berdampak, apalagi jumlah wisata datang ke Selecta asal Jawa Barat tidaklah banyak dibandingkan yang datang dari Jogyakarta. ” Wisatawan yang datang dari Jogya jumlahnya dua kali lipat yang datang dari Jawa Barat. Wajar, karena jaraknya lebih dekat dibandingkan dari Jawa Barat”.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Selecta, khususnya dari Jawa Barat kurang lebih 2000 wisatawan per bulannya. “Tapi jumlah tersebut kalah dengan wisatawan yang dari dari Jogya, sangat tinggi. Saat ini dari Jawa Barat bulan kemarin masih mencapai 3%, dan paling tinggi dari Surabaya raya. Surabaya hampir mencapai 20%, Gresik 6,81%, Malang Raya 27% dan Batu 18%”.

“Jadi kebijakan KDM tidak berpengaruh pada jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu. Jawa Barat pun tidak terlalu tinggi pasarnya ke Jawa Timur, mungkin pengaruhnya di Jogya karena lebih dekat ke Jabar. Jarak tempuh dan durasi waktu juga menentukan”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Sujud Hariyadi mengungkapkan pada bulan Januari 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Selecta berasal dari Jawa Tengah 4%, Jogya 2,0%, DKI Jakarta 1,22% sedangkan dari Jawa Barat 1%.

Dengan demikian, kebijakan Gubernur Jawa Barat KDM tidak berpengaruh terhadap jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Batu.

(Ji)