Jurnal Akademik 2024, Jumlah Prevalensi Kelainan Refraksi Pada Anak Sekolah di Kota Batu Tinggi
Kota Batu, lingkarmedia.com – Kehadiran klinik utama mata ISHK Medica di Kota Batu bakal menjawab persoalan penyakit mata yang dialami masyarakat khususnya untuk kalangan pelajar baik tingkat SD dan SMP.
Berdasarkan Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat Vol.2 No. 2 Maret 2024 tentang Prevalensi Kelainan Refraksi pada Anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Batu.
Dalam jurnal tersebut, hasil penelitian yang dilakukan terhadap 659 anak SD dan SMP di wilayah Kota Batu menunjukan, sejumlah 495 anak yang berhasil dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan bahwa 17 anak (3,4%) memiliki penglihatan emetrop atau tanpa kelainan refraksi.
Sementara, sejumlah 366 anak (73,93%) mengalami meopia atau rabun jauh. 111 anak (22,42%) menderita astigmatisme atau mata dengan kondisi silinder dan 1 anak (0,2%) terindikasi mengalami hipermetropia atau rabun dekat. Dari temuan ini menunjukan tingginya jumlah prevalensi kelainan refraksi pada anak sekolah di Kota Batu.
Atas dasar hasil penelitian tersebut, diperlukan pemeriksaan secara rutin yang dilakukan di sekolah untuk mencegah dampak negatif kelainan refraksi pada prestasi belajar dan kualitas hidup anak.
Untuk menjawab persoalan tersebut, kehadiran klinik utama mata ISHK Medica memilih Kota Batu untuk dibangun klinik khusus mata ini.
Seperti apa yang disampaikan Titis Sfabrila Karira bagian Marketing Komunikasi klinik utama mata ISHK Medica di Kota Batu, Kepada awak media saat ditemui di lokasi pembangunan klinik menjelaskan bahwa pihaknya selain melayani pemeriksaan dan operasi mata juga melakukan edukasi kepada masyarakat.

Titis mengatakan, ” kehadiran klinik mata ini juga membantu memberikan edukasi lebih kepada masyarakat dan anak usia sekolah. Karena edukasi terkait kesehatan mata ini dapat dilakukan secara langsung datang ke sekolah dan pendekatan ke masyarakat dengan target untuk pencegahan”.
Edukasi ini merupakan program kegiatan sosial yang akan dilaksanakan klinik utama mata ISHK Medica. “Kita pasti ada kegiatan sosial, seperti nanti pada Hari Mata kita ada baksos. Dengan baksos ini akan lebih sering didengar masyarakat dan baksos akan diinformasikan di media sosial instagram dengan nama akun @ishkeyeclinic” ujar Titis kepada awak media pada Kamis (19/6/2025).
Lebih lanjut, Titis menambahkan bahwa pelaksanaan edukasi nantinya dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan klinik ini pada akhir 2025 mendatang sebagai pengenalan keberadaan Klinik mata.
Program edukasi sendiri nantinya dilakukan dengan cara go to school. Secara kesiapan bangunan klinik saat ini sudah mencapai 95%, dengan memberikan fasilitas terbaik seperti alat-alat medis yang canggih guna memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Batu dan sekitarnya. ” Diupayakan kami memberikan standar yang terbaik bagi masyarakat dalam penanganan khusus penyakit mata,” tandasnya.
“Klinik mata ini merupakan klinik pertama Yayasan Tolaram,” ungkap Titis Sfabrila Karira.
Dengan kehadiran klinik khusus mata yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4000m² dengan 4 lantai ini dapat menunjang visi misi Wali Kota Batu tentang program meningkatkan pembangunan kualitas dan kesejahteraan sumber daya Kota Batu.
(Ji)








