Sarpras Dishub Kota Batu Targetkan 48 Pekerjaan Perawatan dan Pemasangan APJ

IMG_20260709_090450

LINGKARMEDIA.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu terus meningkatkan keselamatan pengguna jalan melalui perawatan dan penambahan Alat Perlengkapan Jalan (APJ) di sejumlah ruas jalan. Selain melakukan rehabilitasi APJ yang mengalami kerusakan, Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) juga aktif melakukan survei ke sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas untuk menentukan kebutuhan fasilitas keselamatan jalan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang lebih aman sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Kota Batu. Berbagai fasilitas seperti rambu lalu lintas, warning light, cermin cembung, marka jalan hingga Zona Selamat Sekolah (ZOSS) menjadi fokus pembenahan sepanjang tahun 2026.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/dishub-kota-batu-rehabilitasi-warning-light-warga-diminta-aktif-laporkan-kerusakan-sarana-jalan/

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Batu, Tony Hermansyah, mengatakan pihaknya telah menyusun target pekerjaan APJ selama tahun 2026. Target tersebut meliputi pemasangan baru maupun rehabilitasi berbagai fasilitas keselamatan jalan di sejumlah lokasi prioritas.

Saat ditemui LingkarMedia.com di lokasi pemasangan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) di kawasan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kamis (9/7/2026), Tony menjelaskan bahwa sedikitnya terdapat 48 pekerjaan utama yang menjadi sasaran selama tahun ini.

“Target tahun ini minimal ada 48 pekerjaan yang terdiri dari pemasangan maupun rehabilitasi APJ, kemudian perempesan pohon yang mengganggu rambu lalu lintas, hingga pembuatan tanda Zona Selamat Sekolah atau ZOSS,” ujar Tony.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai hasil survei lapangan serta laporan masyarakat yang masuk ke Dishub Kota Batu. Dengan cara tersebut, fasilitas keselamatan jalan dapat dipasang pada lokasi yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaatnya lebih maksimal.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Meski target utama sebanyak 48 pekerjaan, realisasi kegiatan di lapangan hingga pertengahan tahun menunjukkan progres yang cukup signifikan. Berdasarkan data Bidang Sarpras, sejak Januari hingga awal Juli 2026 telah diselesaikan sebanyak 100 kegiatan yang berasal dari empat jenis pekerjaan berbeda.

“Sudah 25 kegiatan untuk per itemnya. Kalau ada empat item berarti sudah 100 kegiatan,” jelas Tony.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen Dishub Kota Batu dalam menjaga kondisi APJ agar tetap berfungsi dengan baik. Selain pemasangan fasilitas baru, rehabilitasi terhadap APJ yang rusak juga menjadi perhatian karena memiliki peran penting dalam memberikan informasi dan peringatan kepada pengguna jalan.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Selain mengerjakan program yang telah direncanakan, Bidang Sarpras juga terus melakukan survei ke berbagai wilayah yang dinilai memiliki potensi kecelakaan lalu lintas. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan fasilitas keselamatan yang paling sesuai dengan kondisi jalan

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Berdasarkan hasil pantauan lapangan serta informasi masyarakat, simpang tiga di kawasan perbatasan Kota Batu dengan Kecamatan Pujon dinilai memerlukan pemasangan cermin cembung.

Keberadaan cermin cembung dianggap penting karena lokasi tersebut memiliki tikungan yang cukup tajam sehingga pandangan pengendara dari berbagai arah menjadi terbatas. Kondisi itu berpotensi meningkatkan risiko tabrakan, terutama saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Salah seorang warga setempat, Kholik, mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas pernah terjadi di simpang tiga tersebut. Menurutnya, minimnya fasilitas keselamatan jalan membuat pengendara kesulitan melihat kendaraan dari arah berlawanan.

“Di sini pernah terjadi kecelakaan. Motor melaju cukup kencang dari arah Pujon, sementara kendaraan dari arah bawah juga tidak bisa saling melihat karena belum ada cermin cembung,” kata Kholik kepada LingkarMedia.com.

Ia berharap pemerintah segera memasang cermin cembung agar pengguna jalan dapat mengetahui kondisi lalu lintas dari arah lain sebelum memasuki tikungan maupun persimpangan.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Selain menjadi jalur penghubung antara Desa Gunungsari dan Kecamatan Pujon, ruas jalan tersebut juga banyak dilalui wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata Paralayang maupun destinasi lain di wilayah Bumiaji. Tingginya mobilitas kendaraan membuat keberadaan fasilitas keselamatan menjadi semakin penting.

Menanggapi laporan warga tersebut, Tony Hermansyah menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan melakukan survei teknis ke lokasi. Hasil survei nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan jenis APJ yang paling tepat untuk dipasang.

“Kami akan segera melakukan survei lapangan. Kalau memang berdasarkan kajian teknis dibutuhkan cermin cembung maupun fasilitas lainnya, tentu akan kami usulkan untuk dipasang sesuai prioritas,” ujarnya.

Tony menambahkan, Dishub Kota Batu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan fasilitas keselamatan jalan yang rusak maupun lokasi yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Masukan dari masyarakat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas penanganan di lapangan.

Dengan pemeliharaan rutin, rehabilitasi APJ, serta pemasangan fasilitas baru di titik-titik rawan kecelakaan, Dishub Kota Batu berharap tingkat keselamatan lalu lintas terus meningkat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan jalan yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengguna jalan di Kota Batu.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses