ITICM Sidoarjo Perkuat Kolaborasi Industri, Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Logistics Expert Nasional
LINGKARMEDIA.COM – Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin sinergi lebih erat dengan praktisi industri guna memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Sebagai wujud komitmen tersebut, delegasi ITICM melakukan kunjungan strategis ke Surabaya pada Jumat (12/6/2026) untuk bertemu dengan Logistics Expert sekaligus praktisi senior logistik nasional, Iko Sukma. Pertemuan yang berlangsung di kantor PT Bintang Laut Platinum, kawasan Perak, Surabaya, menjadi momentum penting untuk menyambung kembali komunikasi yang sebelumnya telah terjalin sekaligus membahas peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.
Baca juga: https://lingkarmedia.com/kpk-lelang-108-aset-rampasan-korupsi-senilai-rp311-miliar/
Delegasi ITICM dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis (LPPMKSIB), Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M. Turut hadir dalam rombongan tersebut Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) sekaligus Kepala Laboratorium Bisnis Digital, Salsabil Fadilah Firdaus, A.Md.Pjk., S.Sos., M.Sos., C.PR., CICoR., serta Kepala Program Studi Teknik Logistik, Sutrisno Harianto, S.T., M.T.
Arvendo menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah proaktif kampus dalam memperkuat hubungan dengan para praktisi industri sebagai bagian dari strategi pengembangan pendidikan yang berbasis kebutuhan dunia kerja.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pelaku industri menjadi kunci untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri saat ini.
“Kunjungan ini adalah langkah strategis kami di LPPM untuk menjembatani dunia akademik dengan praktisi industri. Sebelumnya kita sudah pernah terhubung, dan sekarang silaturahmi lagi agar hasilnya makin konkret. Melalui sinergi ini, kami menargetkan adanya program riset terapan berkepanjangan dan lahirnya inkubator-inkubator bisnis baru di bidang logistik yang dimotori langsung oleh mahasiswa dan dosen ITICM,” ujar Arvendo.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai peluang kolaborasi dibahas, mulai dari pengembangan kurikulum, program magang mahasiswa, riset terapan, hingga pembinaan kewirausahaan berbasis logistik.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Sementara itu, Iko Sukma menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor logistik nasional. Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang logistik.
Ia menilai selama ini kompetensi logistik lebih banyak diperoleh melalui pelatihan, sertifikasi, maupun pengalaman kerja, sementara lulusan yang benar-benar memiliki basis keilmuan teknik logistik masih relatif terbatas.
“Kebutuhan SDM logistik sekarang belum betul-betul terpenuhi. Karena tidak ada yang berlatar belakang keilmuan teknik logistik. Keilmuannya logistik selama ini kan berdasarkan sertifikasi, literasi, informasi. Tapi belum betul-betul yang terkait sama keilmuan bidang logistik. S-1 Teknik Logistik ITICM jawabannya,” ungkap Iko.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Ia juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan Program Studi Teknik Logistik ITICM yang dinilai menjadi salah satu pelopor di Jawa Timur dalam menyediakan pendidikan formal di bidang logistik.
Menurutnya, keberanian ITICM membuka program studi tersebut merupakan langkah visioner yang mampu menjawab kebutuhan industri logistik yang terus berkembang pesat seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, manufaktur, dan distribusi nasional.
“Teknik Logistik ITICM ini kan pertama di Jawa Timur, dan ini sudah mulai banyak dikenal, menjadi referensi,” tambahnya.
Sebagai praktisi yang telah lama berkecimpung di dunia logistik, Iko menegaskan bahwa kontribusinya dalam kerja sama ini lebih difokuskan pada berbagi pengalaman lapangan kepada mahasiswa.
“Jadi, kalau logistics expert itu bonek, Mas. Bukan bondo nekat, tapi bondo experience. Jadi, dari experience, dari pengalaman-pengalaman itu yang kita share,” katanya sambil tersenyum.
Menanggapi hal tersebut, Kaprodi Teknik Logistik ITICM, Sutrisno Harianto, menegaskan bahwa masukan dari praktisi menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan kurikulum.
Ia berharap kolaborasi dengan para pelaku industri dapat membantu kampus menghasilkan lulusan yang benar-benar siap bekerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan regulasi maupun teknologi logistik.
“Sebagai pionir program studi S-1 Teknik Logistik di Jawa Timur saat ini, kami berkewajiban mencetak lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga matang di lapangan. Masukan dari praktisi ahli seperti Pak Iko sangat krusial bagi kami untuk memastikan kurikulum mahasiswa benar-benar link and match dengan dinamika dan regulasi logistik riil di industri,” jelas Sutrisno.
Di sisi lain, Kepala BAAK ITICM, Salsabil Fadilah Firdaus, menilai kerja sama semacam ini sangat bermanfaat dalam membuka peluang magang dan meningkatkan kesiapan karier mahasiswa.
“Saya sangat mengapresiasi kesempatan ini karena memberikan wawasan langsung mengenai praktik industri yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Harapannya, kegiatan ini dapat membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi, program magang, dan kesiapan karier mahasiswa ITICM,” ujarnya.
Secara terpisah, Rektor ITICM, Dr. Sudoto, M.E., menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan tim kampus tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap kerja sama yang dibangun harus berlandaskan prinsip mutualisme sehingga memberikan manfaat yang seimbang bagi seluruh pihak.
Menurutnya, kolaborasi yang sehat dan harmonis akan menciptakan hubungan jangka panjang yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi generasi mahasiswa berikutnya.
Melalui kerja sama dengan praktisi dan perusahaan, mahasiswa ITICM diharapkan memperoleh pengalaman nyata melalui program magang, studi banding, serta pemahaman langsung mengenai penerapan teknologi dalam dunia industri.
Dengan demikian, lulusan dari Program Studi Informatika, Bisnis Digital, maupun Teknik Logistik dapat lebih cepat beradaptasi ketika memasuki dunia kerja dan mampu bersaing di era industri yang semakin kompetitif.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








