Viral “Pocong Begal” Gegerkan Malang Raya, Polres Batu Pastikan Hoaks dan Imbau Warga Tetap Tenang

IMG_20260525_071016

LINGKARMEDIA.COM – Jagat media sosial dalam beberapa hari terakhir dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai kemunculan sosok diduga “pocong abal-abal” yang disebut-sebut berkeliaran di wilayah Malang Raya, khususnya Kota Batu. Narasi tersebut menyebar cepat melalui video pendek, unggahan Facebook, hingga tangkapan layar status WhatsApp yang viral di berbagai grup percakapan warga.

Informasi yang beredar bahkan dikaitkan dengan dugaan modus aksi kriminalitas jalanan atau begal yang dilakukan dengan cara menakut-nakuti pengguna jalan pada malam hari. Akibatnya, banyak masyarakat menjadi resah dan takut untuk beraktivitas, terutama saat melintas di jalur-jalur sepi pada malam hari.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/diduga-oknum-aph-bekingi-galian-c-ilegal-di-deli-serdang-warga-minta-kapolri-dan-panglima-tni-turun-tangan/

Menanggapi keresahan masyarakat tersebut, Kepolisian Resor Batu Polda Jawa Timur bergerak cepat melakukan penelusuran dan klarifikasi terkait kabar yang beredar. Hasil penyelidikan sementara memastikan bahwa informasi mengenai keberadaan “pocong begal” tersebut tidak terbukti dan belum ditemukan fakta lapangan yang mendukung isu viral tersebut.

Ps. Kasihumas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, menegaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait kemunculan sosok misterius sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian sebagaimana yang beredar di media sosial,” ujar Iptu M. Huda Rohman saat memberikan keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Menurutnya, fenomena viral seperti ini sering kali dipicu oleh unggahan yang tidak jelas asal-usulnya, kemudian dibagikan ulang secara masif tanpa proses verifikasi terlebih dahulu. Kondisi tersebut akhirnya memunculkan opini liar di tengah masyarakat hingga berkembang menjadi ketakutan kolektif.

Polres Batu menilai penyebaran video dan foto bernarasi mistis yang dikaitkan dengan aksi kejahatan tanpa bukti autentik sangat disayangkan. Selain menimbulkan keresahan publik, konten semacam itu juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

“Kalau informasi seperti ini terus disebarkan tanpa dasar yang jelas, masyarakat bisa menjadi panik. Ini juga bisa memicu kesalahpahaman hingga tindakan yang tidak diinginkan di lapangan,” tambahnya.

Dalam beberapa unggahan yang viral, disebutkan adanya sosok menyerupai pocong yang muncul di jalan-jalan gelap dan menghentikan pengendara. Narasi tersebut kemudian berkembang menjadi isu kriminalitas dengan dugaan pelaku begal menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti korban.

Namun setelah dilakukan penelusuran oleh aparat kepolisian, tidak ditemukan bukti valid maupun saksi yang dapat menguatkan kabar tersebut. Polisi juga memastikan bahwa situasi keamanan di wilayah Kota Batu dan sekitarnya masih dalam kondisi aman dan kondusif.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Selain meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu viral, Polres Batu juga mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan sepihak terhadap orang yang dicurigai tanpa dasar yang jelas. Aparat khawatir isu “pocong begal” justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memprovokasi warga hingga memicu aksi main hakim sendiri.

“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru menimbulkan keresahan atau tindakan yang melanggar hukum. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak sendiri,” tegas Iptu Huda.

Ia menjelaskan, apabila masyarakat menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar, warga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110 yang dapat diakses selama 24 jam.

Menurutnya, pelaporan langsung kepada aparat jauh lebih efektif dibanding menyebarkan informasi yang belum tentu benar di media sosial. Dengan demikian, polisi dapat segera melakukan pengecekan dan penanganan secara cepat untuk memastikan kondisi di lapangan.

Polres Batu juga memastikan bahwa patroli rutin tetap ditingkatkan, terutama di titik-titik rawan dan jalur yang minim penerangan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami memastikan situasi kamtibmas di wilayah Kota Batu sampai saat ini tetap aman dan kondusif. Jajaran Polres Batu terus melakukan patroli rutin untuk menjaga keamanan masyarakat,” kata Ps. Kasihumas Polres Batu.

Fenomena viral “pocong begal” ini kembali menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Di era media sosial saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat tanpa proses verifikasi yang memadai. Akibatnya, berita bohong atau hoaks sering kali dipercaya begitu saja dan memicu kepanikan publik.

Pengamat komunikasi digital menilai masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu keamanan dan ketertiban umum. Sebelum membagikan sebuah video atau kabar tertentu, masyarakat disarankan melakukan pengecekan sumber informasi dan memastikan validitasnya.

Apalagi, konten dengan unsur mistis atau menyeramkan cenderung mudah menarik perhatian publik sehingga cepat viral di media sosial. Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi mencari sensasi, meningkatkan jumlah penonton, atau sekadar membuat kegaduhan di ruang digital.

Karena itu, Polres Batu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran hoaks dengan cara tidak ikut menyebarkan ulang konten yang belum jelas kebenarannya. Sikap bijak masyarakat dinilai sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif.

“Jangan mudah percaya dan jangan langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” pungkas Iptu Huda.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses