KBBI Ajak Buruh dan Rakyat Pekerja Lintas Profesi Turun ke Jalan Rayakan May Day di Patung Kuda

IMG_20260430_040122_copy_720x889

LINGKARMEDIA.COM – Konfederasi Barisan Buruh Indonesia (KBBI) mengajak seluruh buruh dan rakyat pekerja lintas profesi untuk ikut serta dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei. Aksi tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Patung Kuda, dengan titik kumpul awal di atau di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pernyataan resminya, KBBI menegaskan bahwa May Day bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penting yang merepresentasikan sejarah panjang perjuangan kaum buruh dalam merebut hak-hak dasar mereka. Mulai dari upah minimum yang layak, jam kerja manusiawi, hingga jaminan sosial, semua merupakan hasil dari perjuangan kolektif buruh yang berani bersatu dan menyuarakan aspirasi mereka.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/koalisi-pelanggaran-ham-berat-di-papua-meningkat-setelah-indonesia-jadi-presiden-dewan-ham-pbb/

Sekretaris Jenderal KBBI, Musrianto, menegaskan bahwa perjuangan buruh hingga saat ini belum selesai. Ia menyebutkan masih banyak persoalan yang dihadapi oleh pekerja di berbagai sektor, mulai dari ketidakpastian kerja akibat sistem kontrak dan outsourcing, hingga persoalan upah yang belum memenuhi kebutuhan hidup layak.

“Perjuangan buruh belum selesai. Masih banyak buruh yang menghadapi ketidakpastian kerja, upah yang belum layak, hingga perlindungan yang belum memadai. Karena itu, kebersamaan kita menjadi kunci perjuangan buruh dan rakyat pekerja lainnya,” ujar Musrianto.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/selain-upah-prt-kini-punya-hak-setara-pekerja-lain-usai-pengesahan-uu-pprt/

Ia menambahkan, kehadiran buruh dalam aksi May Day bukan hanya soal jumlah massa, melainkan simbol kesadaran kolektif bahwa perubahan hanya dapat dicapai melalui persatuan. Menurutnya, solidaritas lintas profesi sangat penting dalam memperkuat posisi tawar buruh di tengah dinamika ekonomi dan kebijakan ketenagakerjaan yang terus berubah.

Musrianto juga mengajak seluruh pekerja, baik formal maupun informal, untuk tidak ragu terlibat dalam aksi tersebut. Ia menekankan bahwa May Day adalah milik semua pekerja, bukan hanya buruh pabrik, melainkan juga pekerja sektor jasa, tenaga honorer, pekerja kreatif, hingga pekerja lepas yang selama ini kerap luput dari perlindungan negara.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

“Dengan bersatu, suara kita menjadi lebih kuat. Dengan bergerak bersama, perubahan yang diperjuangkan buruh menjadi lebih mungkin,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan moral kepada para pekerja agar tidak bersikap apatis terhadap kondisi yang mereka hadapi. Menurutnya, sikap diam hanya akan memperpanjang ketidakadilan yang selama ini terjadi di dunia kerja.

“Jangan diam ketika kita bisa bersuara. Jangan sendiri ketika kita bisa bersatu,” ungkapnya.

Lihat juga: 

Aksi May Day yang digelar KBBI tahun ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus konsolidasi gerakan buruh dan rakyat pekerja. Selain menyampaikan tuntutan terkait perbaikan kondisi kerja, aksi ini juga diharapkan menjadi ajang memperkuat solidaritas antarpekerja dari berbagai latar belakang profesi.

Sejumlah isu utama yang diperkirakan akan menjadi sorotan dalam aksi tersebut antara lain penolakan terhadap sistem kerja yang tidak memberikan kepastian, tuntutan kenaikan upah minimum yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak, serta dorongan terhadap pemerintah untuk memperluas jaminan sosial bagi seluruh pekerja tanpa terkecuali.

Selain itu, KBBI juga menilai bahwa situasi ekonomi global yang tidak menentu turut berdampak pada kondisi pekerja di Indonesia. Oleh karena itu, mereka mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan yang berpihak pada buruh, termasuk dalam hal perlindungan tenaga kerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Peringatan May Day di Jakarta sendiri setiap tahunnya selalu menjadi magnet bagi ribuan buruh dari berbagai daerah. Kawasan kerap menjadi salah satu titik utama aksi karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan pusat pemerintahan.

Dengan mengusung semangat persatuan dan solidaritas, KBBI berharap peringatan May Day tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum nyata untuk memperkuat gerakan buruh dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pekerja saat ini, ajakan KBBI menjadi pengingat bahwa perubahan tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan keberanian untuk bersuara dan kebersamaan untuk bergerak demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat pekerja di Indonesia.

 

Penulis : Ramses

Editor : Samsu