Saifudin Zuhri: Kemerdekaan Hakiki Harus Terasa di Meja Makan hingga Pelayanan Kesehatan

IMG_20260817_121202

Kota Batu, Lingkarmedia.com – Memaknai 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu Saifudin Zuhri menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui seremoni dan ucapan. Menurutnya, makna kemerdekaan yang sesungguhnya harus dapat dirasakan langsung oleh seluruh rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

Saifudin Zuhri yang juga merupakan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur berharap kemerdekaan hakiki dapat diwujudkan melalui terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan, pendidikan, pekerjaan, hingga pelayanan kesehatan.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/upacara-hut-ri-ke-81-desa-junrejo-maknai-kemerdekaan-tanpa-tinggalkan-budaya-leluhur/

Hal tersebut disampaikan Saifudin saat ditemui Lingkarmedia.com di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Senin (17/8/2026) siang.

Menurut Saifudin, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat. Salah satunya adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan publik yang mudah, cepat, dan terjangkau.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan bagaimana terkait dengan keluh kesah pelayanan kesehatan yang kadang-kadang masih mengantri, tidak bisa berobat dan lain sebagainya. Ini jadi pekerjaan rumah kita secara bersama-sama,” ungkapnya.

Ia menilai persoalan pelayanan kesehatan harus terus menjadi perhatian. Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan justru harus menghadapi antrean panjang atau kesulitan mendapatkan layanan medis.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Saifudin berharap pembenahan sistem pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat yang membutuhkan pengobatan bisa segera mendapatkan penanganan.

“Kalau ini kita terus berbenah, tidak menutup kemungkinan yang sakit tidak perlu lagi mengantri dan langsung dapat tertangani dalam pengobatan,” ujarnya.

Selain kesehatan, ia menilai kemerdekaan juga harus tercermin dari meningkatnya kemampuan daya beli masyarakat. Menurutnya, rakyat tidak boleh terus dibebani persoalan pemenuhan kebutuhan pokok, terutama makanan.

“Rakyat tidak lagi kebingungan dengan urusan makanan dan sebagainya. Maka kita selalu konsentrasi urusan terkait bagaimana makanan pendamping beras yang selalu digagas PDI Perjuangan,” kata Saifudin.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Ia menilai pemenuhan kebutuhan pangan menjadi salah satu indikator penting kesejahteraan masyarakat. Kemerdekaan, menurutnya, tidak akan memiliki makna yang utuh apabila masih terdapat masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Saifudin juga mengingatkan kembali pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno atau Bung Karno mengenai hakikat kemerdekaan. Menurutnya, gagasan tersebut masih relevan untuk melihat kondisi Indonesia saat ini.

“Kalau bicara kemerdekaan versi founding father kita, Bung Karno mengatakan kemerdekaan itu adalah berdaulat dalam bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, berkepribadian di bidang kebudayaan. Ini adalah hakikat merdeka,” tegasnya.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Ia kemudian menjelaskan bahwa kedaulatan politik berarti bangsa Indonesia memiliki kebebasan menentukan kepentingan politiknya sendiri tanpa intervensi dari pihak luar.

Sementara dalam bidang ekonomi, kemandirian berarti bagaimana kekayaan alam Indonesia dapat dikelola secara optimal oleh bangsa sendiri dan hasilnya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Sedangkan dalam bidang kebudayaan, kemerdekaan diwujudkan melalui karakter dan identitas bangsa yang kuat. Budaya Indonesia, kata Saifudin, harus menjadi bagian dari kepribadian masyarakat dan tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman.

“Selama belum ada keadilan sosial, ketika pelayanan kesehatan sepenuhnya belum terjangkau seluruhnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Ketika masih ada masyarakat yang tidak mampu untuk makan, masih belum mampu untuk itu berarti kemerdekaan hakiki belum sepenuhnya terwujud,” tambahnya.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Lebih lanjut, Saifudin melihat dinamika politik nasional tidak dapat dilepaskan dari perkembangan konstelasi politik internasional. Berbagai perubahan yang terjadi di tingkat global dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi politik, ekonomi, maupun sosial di dalam negeri.

Dalam menghadapi situasi tersebut, ia menegaskan PDI Perjuangan tetap berkomitmen menjalankan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, politik tidak boleh hanya berhenti pada ruang-ruang kekuasaan, tetapi harus hadir di tengah persoalan rakyat.

“Sampai sekarang teman-teman di tengah kemerdekaan ini paling tidak kita harus terus turun ke masyarakat, tertawa dan menangis bersama rakyat,” pungkasnya.

Saifudin menekankan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keadilan sosial. Baginya, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga memastikan setiap warga negara memperoleh kesempatan hidup yang layak, mendapatkan pelayanan dasar, serta merasakan manfaat pembangunan secara nyata.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses