KPU Tangerang Selatan Antisipasi Banjir Saat Pemungutan Suara

IMG-20241106-WA0063

 

Kota Tangerang Selatan – Pasca terjadinya banjir di Kota Tangerang Selatan baru – baru ini, KPU Kota Tangsel sedang menyiapkan strategi untuk menghadapi banjir saat hari pencoblosan Pilkada Serentak 2024, 27 November mendatang.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Tangsel Ajat Sudrajat, di kantornya jalan Raya Serpong nomor 1 Kecamatan  Setu Kota Tangerang Selatan, Banten pada Rabu ( 6/11/2024 ). Menurutnya,  ada wilayah yang kerap di landa banjir saat musim penghujan,n amun demikian masih ada beberapa wilayah yang masih dilakukan identifikasi terjadinya banjir.

Antisipasi ini akan disampaikan pada saat acara pelatikan petugas KPPS dan Bimtek KPPS, nantinya Ajat Sudrajat meminta kepada petugas KPPS untuk  identifikasi TPS yang rawan banjir, khususnya wilayah Pondok Aren.

Hingga saat ini, selain pendistribusian logistik pemilu kepala daerah, KPU sudah melakukan pemetaan alternatif bila nanti terjadi banjir pada lokasi saat dilaksanakannya pemungutan suara di TPS tersebut.

Pemetaan alternatif tersebut dilakukan sebagai upaya KPU guna memudahkan para pemilih saat waktu penyoblosan berlangsung.

” Kemungkinan nanti bisa berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH), untuk dilakukan gotong royong membersihkan tempat saluran – saluran air upaya bisa lancar dan tidak terhambat, serta melibatkan pihak instansi kelurahan maupun kecamatan untuk menyediakan tempat terhindar dari banjir, ” ujar Ajat Sudrajat.

Ajat Sudrajat juga menyampaikan bahwa bulan November sudah memasuki musim penghujan, maka pihaknya sudah melakukan mengantisipasi sejak awal untuk terhindar dari banjir maupun genangan air.

” Saat ini yang diketahui hanya di Pondok Aren. Namun untuk wilayah lain belum diketahui secara pasti, maka nanti kita masih minta data inventaris kepada petugas KPPS dimana tempat yang sering terjadi banjir,” tambahnya.

Dirinya menyampaikan, kondisi banjir pernah terjadi pada saat hari pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu, namun antusias masyarakat untuk melakukan pencoblosan masih tinggi.

” Upaya tersebut kami lakukan supaya nanti tidak terjadi lagi pada Pilkada serentak 2024 seperti saat Pilpres di wilayah Pondok Aren ” pungkasnya.

( Cris )