Jatim Park Group Menuju Zero Insiden

IMG-20250602-WA0189

Kota Batu, lingkarmedia.com – Dalam upaya Jatim Park Group menuju tempat wisata yang  Zero Insiden, bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Batu, Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batu, menggelar pembekalan tanggap darurat bencana gedung bertingkat dan K3.

Pembekalan yang dilaksanakan selama dua hari pada 2 – 3 Juni 2025, diikuti perwakilan karyawan Jatim Park Group dan dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batu, Thomas Wunang TjahJo, M. Sc., Eng. Sebagai pembawa materi pada acara pembekalan tersebut  Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Sapto Suseno, ST., MM dan Kabid Pencegahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota batu, Santoso Wardoyo, S S T P., M A P.

Pembukaan pembekalan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batu di Beijing Meeting Room, Senyum World Hotel, Senin (2/6/2025).

Dalam sambutannya, Manager Jatim Park, Ir. Suryo Widodo, mengaku terlambat melaksanakan sosialisasi ini setelah berjalan 7 tahun tetapi tidak pernah melakukan pelatihan.

” Tanpa latihan dan pembekalan, kalau tidak sering dilatih pasti tidak bisa, makanya kami mengundang narasumber untuk K3 dan Kebakaran, ” ungkapnya.

Suryo Widodo berharap latihan ini dapat berlanjut dan bertahap, serta dapat terus ditingkatkan. Lebih lanjut, ditegaskannya, ke depan Jatim Park harus Zero Insiden, ” Sejak nanti dicanangkan, saya pengen di Jatim Park  3 khususnya di Hotel, kita dapat zero insiden. Tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak perlu terjadi, ” tegas Suryo Widodo.

Saat ditemui awak media, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batu, Thomas Wunang Tjahjo, memberikan apresiasi pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan pihak Jatim Park Group.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah awal dilakukan Jatim Park Group. ” Ini awal yang akan dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap, hal ini perlu saya apresiasi. Antara pemberi kerja dan keselamatan kerja sama-sama mengerti “.

Menyinggung seberapa pentingnya dibentuk organisasi tanggap darurat di perusahaan khususnya hotel dan tempat wisata, Thomas Wunang mengatakan, ” tempat wisata dan perhotelan seyogyanya memiliki tenaga K3, hal itu bisa ditempuh dengan mengambil tenaga-tenaga lulusan pendidikan formal jurusan K3, kemudian bisa juga melalui pelatihan-pelatihan yang didahului dengan sosialisasi yang spesifik “.

Terkait harus adanya organisasi tanggap darurat di perusahaan, Ketua Korwil II Pengawasan Disnakertrans Jawa Timur, Sapto Suseno, menjelaskan bahwa pembentukan organisasi tanggap darurat diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Kemenaker) nomor 186 tahun 1999. Jika dalam satu perusahaan tidak adanya organisasi tanggap darurat, Sapto Suseno mengatakan, ” fungsi kita adalah pembinaan dan pengawasan, jadi dibina dulu ada jangka waktunya, itu pembinaan pertama lalu kita bina lagi sebagai pembinaan kedua, baru kita panggil “.

Ditambahkannya, untuk pengawasan diutamakan dari internal perusahaan yang bersangkutan, meski ada bidang pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi.

Menanggapi pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diinisiasi pihak Hotel Senyum, Kabid Pencegahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota batu, Santoso Wardoyo menyampaikan, apa yang dilaksanakan pihak Jatim Park Group merupakan standarisasi keselamatan.

Santoso Wardoyo mengatakan, ” ini merupakan salah satu standar untuk memastikan hotel senyum memenuhi standar keselamatan. Ini sentuhannya ke management, jadi management nanti harus dilatih bagaimana bisa mengatasi kebakaran secara terpadu “.

Sementara itu, Agus Priyanto General Manager Senyum World Hotel, kepada awak media menjelaskan, ” kami ini pertama kali mengadakan pembekalan dan pelatihan tanggap darurat bencana gedung bertingkat dan K3. Ini sebetulnya kepanjangan atau kelanjutan dari kita sudah membentuk manajemen K3 “.

” Kita sudah membentuk P2K3, ini bagian dari itu. Jadi ini pembekalan untuk menyempurnakan bagaimana kita memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja, maupun keselamatan dan kesehatan pengunjung khusus nya hotel. Kita ingin memberikan kepastian, jaminan bahwa selama di Senyum Hotel, tamu terlindungi dengan baik “, ujar Agus Priyanto.

Lebih lanjut, menurut Agus Priyanto kegiatan pembekalan ini akan terus dilakukan secara berkala serta melakukan monitoring. ” Makanya dibentuk manajemen itu, kita akan rutin bukan retorika. Manajemen sudah dibentuk ada struktur organisasi untuk menjamin bahwa kita akan sustainable berkelanjutan “.

(Ji)