BNPB: 174 Korban Tewas 80 Hilang Akibat Banjir di Sumut

IMG-20251129-WA0007

LINGKARMEDIA.COM – BNPB melaporkan jumlah korban tewas akibat bencana di Sumatera Utara (Sumut) terus bertambah. Kepala BNPB Letjen Suharyanto melaporkan 116 orang meninggal dan 42 lainnya masih dicari.

Data terbaru itu disampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (28/11/2025).

Menurut Suharyanto, Sumatera Utara merupakan wilayah terdampak paling parah dibanding provinsi lain. Bencana memasuki hari keempat, tetapi upaya pencarian masih terkendala akses dan cuaca.

“Per hari ini kami mendata korban meninggal ada 116 jiwa, kemudian 42 masih dalam pencarian,” ujarnya.

Sejumlah area masih belum terjangkau tim penyelamat. Suharyanto menyebut indikator adanya korban tambahan cukup kuat di lokasi yang belum dapat ditembus. “Masih ada titik yang belum bisa ditembus, yang diindikasikan mungkin ada korban jiwa,” katanya.

BNPB memerinci sebaran korban meninggal berdasarkan wilayah. Tapanuli Tengah (Tapteng) mencatat angka tertinggi dengan 47 korban. Disusul Tapanuli Selatan (Tapsel) 32 korban, Sibolga 17, dan Tapanuli Utara (Taput) 11. Enam korban ditemukan di Humbang Hasundutan, dua di Pakpak Bharat, dan satu di Padangsidimpuan.

Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara, tetapi medan tidak stabil menyulitkan mobilisasi alat berat. BNPB menyatakan komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota terus dijaga untuk memperbarui angka korban dan kebutuhan logistik.

Hingga Jumat (28/11/2025), tim gabungan belum memberikan perkiraan kapan proses pencarian selesai. Prioritas utama tetap evakuasi korban, pembukaan akses, dan pendataan pengungsi.

Pemerintah daerah diminta mempercepat pendirian Posko-posko layanan kesehatan dan dapur umum di titik pengungsian paling padat.

Informasi global, banjir dahsyat yang melanda Asia Tenggara selama beberapa hari terakhir menewaskan lebih dari 300 orang di Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Penulis: Tim Respon Bencana

Editor: Ramses