Aston Mojokerto Luncurkan “Jejak Rasa Majapahit”, Hadirkan Sensasi Kuliner Nusantara Berkelas

IMG-20260423-WA0100

LINGKARMEDIA.COM– Inovasi di dunia kuliner kembali dihadirkan oleh Aston Mojokerto Hotel & Conference Center melalui peluncuran program bertajuk Jejak Rasa Majapahit. Konsep ini menawarkan pengalaman bersantap yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa pengunjung menyusuri kekayaan sejarah dan cita rasa Nusantara yang dikemas secara modern dan elegan.

Peluncuran perdana program ini digelar pada Rabu, 22 April 2026, dengan suasana meriah dan antusiasme tinggi dari para tamu undangan. Ratusan pengunjung dari berbagai kalangan hadir, mulai dari tamu hotel, influencer, pegiat media sosial, hingga awak media. Mereka berkesempatan mencicipi langsung beragam sajian khas yang terinspirasi dari kuliner era Majapahit.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/a-rebellious-hunger-pengalaman-bersantap-berkelanjutan-hadir-di-artotel-cabin-bromo/

Sejak awal acara, area restoran hotel dipadati pengunjung yang penasaran dengan konsep unik yang diusung. Tata hidangan yang artistik berpadu dengan aroma rempah-rempah khas Nusantara menciptakan pengalaman kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan nuansa historis yang kuat.

Sous Chef Aston Mojokerto Hotel & Conference Center, Agam Yansa, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil eksplorasi tim dapur dalam menghidupkan kembali kekayaan kuliner klasik yang memiliki akar sejarah panjang di tanah Jawa, khususnya pada masa Kerajaan Majapahit.

“Menu yang disajikan sudah kami uji coba hari ini, dan terbukti para pengunjung langsung menikmati berbagai macam kuliner dalam program Jejak Rasa Majapahit,” ujarnya.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Menurut Chef Agam, konsep ini tidak sekadar menghadirkan makanan tradisional, tetapi juga memberikan sentuhan inovasi dalam penyajian dan cita rasa agar tetap relevan dengan selera masyarakat modern. Ia menegaskan bahwa tantangan utama dalam program ini adalah menjaga autentisitas rasa sambil menghadirkan tampilan yang lebih premium.

Salah satu menu unggulan yang langsung mencuri perhatian pengunjung adalah . Hidangan ini dikenal sebagai olahan daging sapi lengkap dengan jerohan yang disajikan dalam kuah kental kaya rempah, dengan cita rasa yang sekilas menyerupai rawon namun memiliki karakter tersendiri.

“Pengunjung banyak yang tertuju pada nasi gandul dan sate yang merupakan menu khas dari Jawa Tengah. Namun, tidak kalah menarik juga dengan menu-menu lainnya yang kami hadirkan,” tambahnya.

Lihat juga: https://www.facebook.com/share/1AsvdQn4uw/

Selain nasi gandul, berbagai pilihan menu lain turut melengkapi pengalaman bersantap, mulai dari hidangan tradisional hingga kreasi modern yang tetap mengusung kekayaan rempah Nusantara. Setiap menu dirancang dengan detail, baik dari segi rasa, tekstur, hingga presentasi, sehingga memberikan kesan eksklusif bagi para tamu.

Untuk menambah daya tarik, pihak hotel juga menghadirkan berbagai promo menarik. Pengunjung yang menunjukkan KTP asli Mojokerto berhak mendapatkan diskon sebesar 10 persen. Tidak hanya itu, tambahan potongan harga 10 persen juga diberikan bagi tamu yang mengikuti akun media sosial resmi hotel di Instagram atau TikTok. Dengan demikian, total diskon yang bisa didapatkan mencapai 20 persen.

Program Jejak Rasa Majapahit ini ditawarkan dengan harga Rp188.000 per orang. Dengan harga tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan menu dalam satu paket lengkap yang menggabungkan kelezatan kuliner tradisional dan sentuhan modern.

General Manager Aston Mojokerto Hotel & Conference Center dan The Alana Hotel Malang, Sistho A. Sreshtho, mengungkapkan bahwa ide di balik program ini berawal dari pengalaman pribadinya saat mencari makanan di malam hari di Mojokerto.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

“Ini bagian dari pengalaman saya saat berkeliling mencari makanan untuk makan malam di Mojokerto. Dari situ muncul ide untuk memperkenalkan nasi gandul sebagai salah satu ikon kuliner yang bisa diangkat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Mojokerto memiliki potensi besar dalam sektor kuliner, terutama karena kedekatannya dengan sejarah Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, konsep Jejak Rasa Majapahit diharapkan mampu menjadi jembatan antara warisan sejarah dan tren kuliner masa kini.

Menurut Sistho, program ini juga menjadi bagian dari strategi hotel dalam menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para tamu. Tidak hanya sebagai tempat menginap, hotel diharapkan dapat menjadi destinasi kuliner yang menarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

“Melalui konsep ini, kami ingin menghadirkan alternatif destinasi kuliner malam di Mojokerto yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai cerita dan pengalaman,” ujarnya.

Konsep yang mengangkat kearifan lokal ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri di tengah maraknya tren kuliner modern. Dengan menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan inovasi, Jejak Rasa Majapahit menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan malam biasa.

Para pengunjung yang hadir pun memberikan respons positif terhadap program ini. Banyak di antara mereka yang mengaku terkesan dengan perpaduan rasa autentik dan penyajian yang elegan. Beberapa bahkan menyebut pengalaman ini sebagai “wisata rasa” yang membawa mereka mengenal kembali kekayaan kuliner Nusantara.

Tidak hanya itu, kehadiran influencer dan pegiat media sosial juga turut membantu memperluas jangkauan promosi program ini. Berbagai unggahan di platform digital memperlihatkan keunikan menu dan suasana acara, sehingga menarik minat masyarakat yang lebih luas.

Ke depan, pihak hotel berencana untuk terus mengembangkan konsep ini dengan menghadirkan variasi menu baru serta tema-tema kuliner lainnya yang tetap berakar pada kekayaan budaya Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menjaga antusiasme pengunjung sekaligus memperkuat posisi hotel sebagai salah satu destinasi kuliner unggulan di Mojokerto.

Dengan peluncuran Jejak Rasa Majapahit, Aston Mojokerto Hotel & Conference Center tidak hanya menghadirkan pengalaman bersantap yang berkelas, tetapi juga turut berkontribusi dalam melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Nusantara kepada generasi masa kini.

Program ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersaing di era modern, selama dikemas dengan inovasi dan kreativitas yang tepat. Bagi masyarakat Mojokerto dan sekitarnya, kehadiran program ini tentu menjadi pilihan menarik untuk menikmati hidangan lezat sekaligus merasakan nuansa sejarah yang kental dalam setiap sajian.

Penulis: Putra

Editor: Samsu