Diduga Pekerjaan Fiktif, Kades Sasak Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Jadi Sorotan

IMG-20241101-WA0113

 

Kabupaten Tangerang – Kades (Kepala Desa) Desa Sasak Kec. Mauk Kabupaten Tangerang Banten, lagi – lagi menjadi sorotan di kalangan para pegiat anti korupsi atau aktivis di masyarakat. Kali ini sang Kades disorot bukan karena prestasi atau kinerjanya tapi penyebabnya diduga terkait pekerjaan fiktif yang di inisisasi oleh oknum Kepala Desa tersebut.

Sasak merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Dimana kepala Desa berinisial MK terancam dipolisikan oleh DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Lentera Masyarakat Banten. Pernyataan itu disampaikan oleh Ahmad Novis atau yang akrab disapa Dodo saat ditemui wartawan diruang kerjanya.

“Sebelumnya kita sudah coba mengklarifikasi terhadap Kades terkait kegiatan yang diduga fiktif itu pada tanggal 28 Oktober 2024, namun pihak Desa berupaya untuk memberikan penjelasan yang berbelit belit dan tidak sesuai realita di lapangan. Dari pengakuan Bendahara Desa ‘Maman’ memang ada peyimpangan dalam penyerapan Anggaran Desa, ‘”ungkap Muhamad Novis kepada Wartawan, (01/11/2024)

Dijelaskan, anggaran Dana Desa yang diduga diselewengkan yakni pada Tahun 2023 dan 2024. Dalam penyerapan anggaran tersebut ditemukan adanya penyalahgunaan yang ditemuan tersebut berupa pengadaan alat tenaga surya senilai Rp. 89.032.000 dan pengadaan peralatan sablon senilai Rp. 34.700.000.

“Dari  Bendahara Desa sendiri akhirnya telah mengakui adanya penyalahgunaan Dana Desa tersebut, untuk itu kita akan segera melaporkan kepada Aparat Penegak Hukum dalam waktu dekat ini, ” sambung Muhammad Novis.

Lebih rinci diuraikan oleh Muhammad Novis, adapun Dana Desa Tahap 1 diterima oleh desa sasak pada tanggal 6 Mei 2024, senilai Rp.429.072.000, kemudian di tanggal 28 Maret 2024 desa sasak menerima senilai Rp. 144.095.200, namun pekerjaan nya tidak ada ditemukan sehingga patut diduga kalau pekerjaan nya fiktif.

Hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan yang didapatkan oleh awak media dari Kepala Desa. Sudah dilakukan konfirmasi, namun yang bersangkutan tidak berada di Kantor. Pasalnya sejak dugaan pekerjaan fiktif ini mencuat, Kepala Desa jarang terlihat di ruangan untuk melakukan aktifitasnya sehari hari seperti biasanya di Kantor Desa Sasak.

 

Abu