Tanah Bergerak di Banyumas, Puluhan Warga Dievakuasi
LINGKARMEDIA.COM – Bencana pergerakan tanah paska hujan deras terjadi di Dusun Karangbanar, Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Tiga rumah milik empat kepala keluarga terdampak, dan 13 jiwa kini hidup dalam kecemasan.
Pergerakan tanah membuat pondasi beberapa rumah di Dusun Karangbanar menggantung. Kondisi ini membuat penghuni rumah ketakutan. Mereka memilih keluar rumah bahkan ada yang mengungsi karena khawatir bangunan sewaktu waktu ambruk.

“Kami takut masuk rumah, lantainya sudah retak dan pondasinya menggantung,” ungkap Sugiarti, salah satu korban pergerakan tanah Desa Ketanda, Kamis malam (13/11/2025).
Menurut warga lainnya, pergerakan tanah sudah berlangsung bertahap sejak beberapa waktu terakhir. Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir memperparah kondisi itu.
Struktur tanah di wilayah tersebut diketahui labil, sehingga mudah bergerak ketika terpapar air hujan dalam jumlah besar. Mereka khawatir situasi ini semakin memburuk jika tak segera ditangani.
Kordinator Fortasi Sudjatmiko sebut relawan bersiaga penuh antisipasi bencana, sementara nampak Kapolsek Sumpiuh juga berada di posko siaga, Jumat (14/11/2025).
Sementara tim Forum relawan tanggap bencana lintas organisasi (FORTASI) melaporkan akibat kejadian tersebut, sebanyak 31 warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Evakuasi dilakukan setelah muncul retakan di beberapa titik permukiman warga yang berpotensi longsor.
Koordinator Fortasi Banyumas, Sudjatmiko, mengatakan bahwa langkah evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar. Menurutnya, relawan bersama perangkat desa dan masyarakat bergerak cepat memindahkan warga ke lokasi aman.
“Malam ini kami prioritaskan keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan balita,”ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Sementara hingga pukul 00:10 WIB, Jumat (14/11/2025) dari data Pemerintah Desa Ketanda, tercatat 31 jiwa terdampak berasal dari RT 6 dan RT 7 RW 1, termasuk tiga lansia dan satu balita.
Sementara itu, sebagian besar warga kini mengungsi di rumah kerabat terdekat, sedangkan beberapa lainnya ditampung di Balai Desa Ketanda.
Kepala Desa Ketanda, Sutarno, memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan relawan dan BPBD Banyumas untuk pemantauan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik dan perlengkapan tidur bagi warga yang masih mengungsi.
Tim Pemantau Bencana
Redaksi








