GMNI Geruduk Kantor Bupati Aru, Soroti Eksploitasi Laut dan Hak P3K

IMG_20251029_125701

Dobo, lingkarmedia.com.- Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kepulauan Aru menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Aru, Selasa (28/10/2025). Masa yang datang menggunakan truk mini ini menyuarakan persoalan krusial terkait eksploitasi yang terjadi di laut Arafuru dan laut Aru.

Dalam orasinya, salah satu peserta aksi menyampaikan,” Eksploitasi di Laut Arafura dan laut Aru berdampak buruk bagi kami! PAD ( pendapatan asli daerah) sangat kecil karena pembayaran pajak terpusat di propinsi dan pusat”.

Selain mengangkat isu eksploitasi laut, massa aksi juga menuntut penjelasan terkait pembayaran gaji tenaga P3K yang baru  di bayarkan 3 bulan, padahal anggaran dari pusat sebesar 48 miliar sudah tersedia di kas daerah.

GMNI Aru mendesak Bupati dan DPRD Aru untuk segera membentuk tim koordinasi dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan ( KKP) serta Gubernur Maluku untuk menghentikan praktik pembongkaran ikan ilegal yang di lakukan oleh kapal kapal nelayan, termasuk penggunaan jaring pukat harimau yang merusak ekosistem laut Aru.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Aru, Timotius Kaidel menyatakan keprihatinannya atas dampak sosial dan lingkungan yang terjadi. “Dampak lingkungan akan meninggalkan trauma berat bagi masyarakat. Ekonomi boleh saja tidak seberapa, tapi lingkungan adalah yang utama”, ujarnya.

Timotius Kaidel mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim pencari fakta dari badan lingkungan hidup dan perikanan yang telah menyurati kementrian kelautan dan perikanan terkait keberadaan 1600 kapal di atas 30 GT, yang  beroperasi di Laut Arafura.

“Jika regulasi sudah di cabut, lalu ke mana kapal kapal itu? Dari mana mereka mendapatkan ikan jika tidak melakukan pembongkaran ilegal ?”, ungkap Timotius dengan nada geram. Dirinya menduga adanya praktik mafia perikanan yang melibatkan banyak pihak.

Bupati mengajak seluruh  pihak termasuk GMNI  dan aktivis lingkungan hidup, untuk bersama sama memperjuangkan masalah eksploitasi laut ini.

“Mari kita bantu pemerintah!  Percuma  membangun 1000  proyek di Aru jika Maslah ini tidak di hentikan.ini merusak masa depan generasi kita”, ujar Timotius dengan semangat.

Penulis : Veki H

Editor : Samsu