Diversifikasi Sampah di Titik Recycle

IMG-20250731-WA0075

Kota Batu, lingkarmedia.com – Pemanfaatan atau pengolahan limbah organik dalam proses recycle ternyata dapat menghasilkan produk yang bermanfaat. Salah satunya seperti yang dilakukan kelompok/komunitas peduli sampah bernama “Bank Sampah Kreatif 1”,  RT 01 RW 01 Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Berangkat dari peduli sampah, kelompok ini menyulap limbah organik dari  buah dan sayuran yang difermentasi selama 3 bulan menghasilkan Eco Enzyme.

Didampingi Wakil nya, Yeni Rahmawati (56), saat ditemui awak media di kediamannya pada Kamis (31/7/2025), Ketua Bank Sampah Kreatif 1, Kusmini (56) menerangkan tujuan pembuatan Eco Enzyme. Dirinya mengatakan, “pembuatan eco enzyme ini sendiri bertujuan untuk mengurangi limbah sampah organik sekaligus mengurangi global warming”.

Menurutnya, eco enzyme sendiri berguna bukan hanya untuk sabun mandi dan cuci namun dapat digunakan sebagai pembersih udara, pupuk organik, pembunuh bakteri, obat luka dan penjernih air.

Selain eco enzyme, kelompok peduli sampah ini juga mengolah buah nanas dijadikan Bionas, yakni starter hasil dari fermentasi buah.

Menambahkan apa yang disampaikan Ketua Bank Sampah Kreatif 1, Yeni Rahmawati selaku wakil ketua memaparkan, “selain kami membuat eco enzyme, kami juga membuat Bionas, Bio Compon dan Pro Biotik. Sedang turunannya menghasilkan sabun berbahan baku susu juga sabun cair”.

“Untuk pro biotik, sebenarnya berisi bakteri baik. Dengan minum ini maka jadi penyeimbang antara bakteri baik dan buruk yang ada di dalam tubuh manusia,” ungkap Yeni Rahmawati.

Yeni menambahkan, starter berbahan baku buah nanas ini menurutnya telah dikembangkan oleh seorang guru dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). “Karena dia itu peneliti, menginginkan orang-orang di Indonesia ini sehat. Maka kami diajarkan membuat starter ini yang kandungannya setara dengan produk bermerk “Promix”, karena kita sudah memilki starter maka kami namakan Bio Compon agar tidak menyerupai merk Promix”.

Sementara itu, Bambang Sutrisno selaku Kepala TPS 3R Dadap Rejo Makmur kepada awak media menerangkan,”terkait sampah bermanfaat, ini merupakan produk dari pemanfaatan limbah. Jadi ini diversifikasi pemanfaatan sampah untuk peningkatan ekonomi di titik recycle, dan ini dianjurkan oleh dinas lingkungan hidup. Harapannya sampah tidak hanya jadi residu”.

“Dengan adanya kelompok ini, kami dari TPS 3R sangat terdukung. yang membanggakan kami kemarin, ketika ada study banding dari Bali hasilnya sangat positif sekali. Produk yang tak terduga ada pro biotik, sabun dan sebagainya, mereka sangat nyaman sehingga kami dari TPS sangat bersyukur sekali. Kami sangat berterima kasih kepada komunitas-komunitas yang peduli lingkungan dan sampah di Dadaprejo ini”, tambahnya.

Bambang mengaku dalam pengelolaan sampah banyak didukung komunitas-komunitas dan relawan peduli lingkungan. “Alhamdulillah sampai detik ini, pengolahan sampah di Dadaprejo Insya Allah jauh lebih baik untuk terselesaikan”.

Komunitas recycle di Kelurahan Dadaprejo telah mendapatkan support dari Pemerintah Kota Batu. “Kita mendapat penghargaan dari Pemkot untuk komunitas ini”.

TPS 3R Dadap Rejo Makmur memiliki target menyelesaikan pengambilan dari hulu sehingga selesai di TPS, yang artinya tidak mengeluarkan residu dari Dadaprejo. “Target kami sampah Dadaprejo selesai, sesuai instruksi kepala dinas kemarin kita diharapkan mampu untuk bisa menyelesaikan sampah di sekitar Kelurahan Dadaprejo, artinya dapat membantu pengolahan sampah di desa atau kelurahan sekitar Dadaprejo”.

Pada 2024 Komunitas Bank Sampah Kreatif RT 01 RW 01 ini sempat mendapatkan juara satu tingkat Kota Batu katagori Mandiri Sampah.

(Ji)