Terdapat Bekas Jeratan Pada Leher, Wanita Paruh Baya di Semarang Tewas Dalam Kamar

IMG_20250423_194111

Kabupaten Semarang,lingkarmedia.com – Warga lingkungan Desa Ngancar Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang mendadak gempar dengan adanya penemuan mayat perempuan paruh baya di dalam kamar di sebuah rumah, pada Rabu (23/4/2025) pagi.

Polres Semarang yang mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas setempat, langsung gerak cepat mendatangi TKP dimana mayat ditemukan.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy SIK. MSi., saat dikonfirmasi terkait temuan mayat disela kegiatan bersama Forkopimda di Kecamatan Jambu, beliau mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan sekira pukul 06.30.

“Kami menerima laporan sekira 06.30 Wib, dan menurut informasi Kapolsek Bawen yang berada di lokasi bahwa korban seorang perempuan berusia 50 tahun berinisial HR. Dan yang menemukan pertama kali adalah anak korban, dimana saat itu anak korban hendak berangkat kerja. Sat Reskrim, Inafis Polres Semarang dan personel Polsek Bawen sudah melakukan olah TKP di pimpin Kasat Reskrim dan Kapolsek Bawen.” Ungkap Kapolres Semarang kepada awak media.

Selain memeriksa TKP, nampak personel dari Polres Semarang melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi, serta anak korban Achmad (26) yang menemukan pertama kali jenazah ibunya.

Achmad menuturkan bahwa dirinya sudah mulai curiga sejak Selasa malam 22 April 2025 sekira pukul 21.00 Wib, selepas dirinya pulang dari bermain.

“Saya sudah curiga pada Selasa malam saat pulang main, dirumah kosong bapak dan ibu tidak ada, mobil bapak juga tidak ada. Saya mencoba mengetuk pintu kamar ibu namun tidak ada jawaban, saya pikir ibu sudah tidur.” Ungkap Achmad.

Keesokan harinya, Rabu (23/4/2025) saat Achmad hendak berangkat bekerja,  menemukan Hp korban tergeletak di luar kamar. Namun dirinya masih mengira bahwa ibunya pergi ke Jogja bersama bapaknya. Dimana beberapa waktu sebelumnya ibunya ingin pergi ke Malioboro Jogjakarta.

“Saya berfikir ibu sama bapak pergi ke Jogja, karena pernah bilang ingin ke Malioboro.” Tambahnya.

Karena merasa curiga, Achmad mencoba mencongkel pintu kamar ibunya dan mencoba membuka sedikit pintu kamar. “Saya lihat ibu tidak di kamar, tapi karena perasaan saya ada hal yang tak beres, akhirnya saya dobrak pintu kamar ibu. Setelah saya cek ibu berada di samping spring bed, dan sudah dalam keadaan meninggal.” Jelasnya.

Melihat ibunya dalam keadaan meninggal dunia, Achmad memberitahukan kepada tetangga dan ketua RT. Yang selanjutnya ketua RT Suroso (54) memberitahukan kepada Polsek Bawen.

Dari keterangan Suroso selaku ketua RT, dalam kehidupan sehari hari tidak ada tanda-tanda yang aneh pada korban maupun keluarganya. “Korban 3 hari lalu masih bercanda dan tidak ada cerita apa apa,” ujar Suroso.

Kapolsek Bawen, AKP Wiwid Wijayanti SH. MH., dalam keterangannya menuturkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 06.30.

” Kami menerima laporan adanya penemuan orang meninggal sekira pukul 06.30 Wib, langsung personel Polsek Bawen mendatangi lokasi untuk mensterilkan lokasi kejadian. Dan saat ini masih dalam penyelidikan untuk menemukan pelaku.” Tegasnya.

Sedangkan menurut keterangan pihak medis dr. Dian dari Puskesmas Bawen menyampaikan, pada tubuh korban terdapat luka di kepala bagian belakang akibat benda tumpul, serta ada jeratan pada leher.

Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah didampingi anak korban dan sejumlah keluarga, dibawa ke RS. Bhayangkara Semarang untuk dilakukan Autopsi.

(Jok)