Pemilihan Ketua PMI Kota Batu Diwarnai Aksi Walk Out
Kota Batu – Proses pemilihan Ketua PMI Kota Batu periode 2025-2030 yang digelar pada acara Musyawarah Kota IV menuai protes dari sebagian peserta dari unsur delegasi serta peninjau dengan melakukan walk out dari ruang sidang Muskot di Aula Hotel Selecta pada Selasa (28/1/2025).
Kurang lebih 20 orang peserta muskot PMI keluar dari ruang sidang sebagai bentuk protes terhadap proses pemilihan ketua PMI yang dilakukan.

Menurut beberapa peserta aksi lock out yang berhasil diwawancara awak media menyampaikan kekecewaannya terhadap proses pemilihan ketua.
” Kita ingin perubahan, selama dua periode ini, sepuluh tahun tidak ada perubahan. Relawan hilang, UDD batal. Kita ingin menyampaikan tapi sepertinya sudah tertata dari atasnya, saya merasa ini sudah dikondisikan sebelumnya. Kami menolak kepemimpinan sekarang, kami ingin perubahan susunan pengurus terutama ketuanya, ” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Senada dengan sumber tersebut, salah satu peserta lain yang diketahui merupakan anggota legislatif Kota Batu yang tidak mau disebutkan namanya juga menyangkan proses pemilihan ketua PMI.
Menurutnya, ada tahapan pada pemilihan ketua yang dilewati oleh ketua sidang. ” Sebenarnya teman-teman tadi masih pada tahap mengusulkan nama saja, yang seharusnya ada tahapan lagi harus disetujui 20% suara yang hadir. Ternyata tahapan untuk persetujuan 20% tersebut dilewati oleh pimpinan sidang. Ini pengingkaran dari tatib yang ada “.
Pihaknya menduga , proses pemilihan sudah terkondisikan. ” Diduga ini sudah dikondisikan. Harapan kami tadi ada calon lain, kalau kami dari pihak relawan menilai kepemimpinan dua periode itu sudah terlalu lama untuk dilanjutkan karena tidak ada progres. Memang sesuai AD/ART ketua lama dicalonkan lagi, akan tetapi tahapan untuk mengusulkan tadi yang diingkari. Seharusnya lebih lama, tadi tidak ada lima menit sudah selesai langsung diputuskan aklamasi “.
Sebelumnya, dalam proses penjaringan bakal calon ketua muncul satu nama salah satu tokoh berpengaruh di Kota Batu berinisial H, hanya saja nama tersebut hanya diusulkan oleh satu orang peserta.
Hal ini seperti disampaikan Sekretaris PMI Jawa Timur, Edi Purwinanto yang sekaligus diberikan mandat untuk memimpin jalannya sidang pada musyawarah Kota PMI tersebut.

Edi mengatakan , ” Saya hari ini mendapat amanah untuk memimpin sidang, oleh karenanya saya harus mengikuti AD/ART. AD/ART itu terus dijabarkan dalam tata tertib (Tatib) yang tadi sudah dibahas di awal, kalau sudah begitu tidak bisa keluar dari itu “.
” Tadi ada orang namanya pak Rozak, maju untuk menyerahkan kesediaan orang berinisial H. Dengan demikian walaupun ini tidak merupakan pernyataan dukungan, kami terima sebagai usulan dukungan. Saya tetap menggunakan aturan AD/ART, ” ujar Edi Purwinanto.
Dirinya mengaku, sudah 2 kali menanyakan kepada peserta muskot, apakah masih ada nama-nama yang akan diusulkan dan ternyata tidak ada lagi.
” Saya harus mengambil keputusan, ternyata nama yang diusulkan hanya ada satu orang pengusulnya. Kalau minimal 5, maka nama yang diusulkan tidak memenuhi syarat untuk menjadi bakal calon. Kalau bakal calonnya satu maka calonnya ya satu, calon ini yang kemudian dilakukan pemilihan. Tapi karena hanya ada satu calon maka otomatis akan aklamasi, ini mekanisme yang harus ditaati dalam sebuah proses pemilihan ketua, ” ungkap Edi Purwinanto kepada awak media.
Menyinggung adanya insiden walk out saat proses pemilihan ketua, Edi Purwinanto menegaskan , ” semua orang berhak diusulkan asal mendapat 5 orang pengusul, ternyata hanya pak Rozak saja, sampai dua kali saya sampaikan. Ini yang mereka komplin katanya tidak prosedural, jelas tahapan-tahapannya sudah saya lakukan bahkan saya sudah menawarkan dua kali “.
” Bagi kami itu hak mereka, tapi yang jelas bahwa saya selaku pimpinan sidang memutuskan bahwa apa yang sudah menjadi keputusan ketua terpilih itu pak Punjul, itu sudah final,” pungkasnya.
(Ji)








