Kebakaran Kawasan Hutan Konservasi Gunung Buthak, Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api

IMG-20260904-WA0129

Kota Batu, Lingkarmedia.com — Kebakaran melanda kawasan hutan konservasi di Gunung Buthak, tepatnya di Petak 100 Pos 3, pada Selasa (1/9/2026) siang. Titik api pertama kali terpantau sekitar pukul 12.46 WIB dan langsung mendapat perhatian dari sejumlah unsur terkait.

Informasi mengenai kebakaran tersebut diterima Pusdalops BPBD Kota Batu dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbatasan antara Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan wilayah Kecamatan Pujon di bagian selatan Kota Batu.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/dugaan-korupsi-pengelolaan-kios-pasar-among-tani-mantan-kepala-uptd-jadi-tersangka/

Kondisi medan yang berada di kawasan pegunungan membuat proses penanganan kebakaran tidak mudah. Akses menuju titik api cukup sulit karena lokasi berada di kawasan konservasi dengan medan terjal dan sebagian area tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Batu Dr. AKBP Aries Purwanto mengatakan pihaknya bersama TNI, BPBD Kota Batu, BPBD Kabupaten Malang, serta para relawan langsung melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang paling efektif.

«“Kami berkoordinasi erat dengan seluruh unsur terkait, termasuk TNI, Polri, dan BPBD kedua wilayah, guna menentukan pola pemadaman yang paling efektif di tengah tantangan medan yang cukup berat,” ujar Kapolres Batu.»

Pemadaman Dilakukan Secara Manual

Kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman. Karena sulitnya akses menuju lokasi, petugas gabungan dan relawan harus melakukan pemadaman secara manual.

Metode tradisional atau yang dikenal dengan istilah gebyok digunakan untuk memukul dan memadamkan bara api menggunakan ranting maupun material yang tersedia di sekitar lokasi. Cara tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke kawasan hutan lainnya.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Selain medan yang terjal, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Musim kemarau menyebabkan vegetasi di kawasan hutan berada dalam kondisi relatif kering. Rendahnya kelembapan udara ditambah potensi hembusan angin kencang dapat membuat api lebih cepat merambat.

Situasi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati. Pengawasan terhadap titik api juga dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi munculnya bara baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah kebakaran dipicu faktor alam atau terdapat unsur kelalaian manusia.

Aktivitas Pendaki Diperketat

Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Buthak juga menjadi perhatian karena lokasinya berada tidak jauh dari jalur pendakian. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun para pendaki yang berada di sekitar kawasan terdampak.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang telah melakukan koordinasi dengan pos pendakian melalui jalur Panderman. Pengawasan terhadap aktivitas masyarakat dan pendaki diperketat, termasuk pembatasan aktivitas di wilayah yang dinilai memiliki potensi bahaya.

Kapolres Batu menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan kebakaran tersebut. Aparat juga telah menyiapkan sejumlah langkah kontinjensi apabila kondisi di lapangan mengalami perkembangan.

“Langkah kontinjensi sudah kami siapkan, termasuk potensi penambahan personel, sarana prasarana pemadaman, serta dukungan transportasi dan komunikasi. Kami juga mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk mematuhi pembatasan demi keselamatan bersama,” tegas AKBP Aries.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Menurutnya, koordinasi lintas wilayah menjadi penting mengingat kawasan Gunung Buthak berada di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Penanganan membutuhkan sinergi berbagai unsur agar api dapat dikendalikan secara optimal.

Tim Gabungan Terus Pantau Titik Api

Hingga kini, tim gabungan masih bersiaga di sekitar kawasan Gunung Buthak. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun kepulan asap baru yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih besar.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Petugas juga terus mempertimbangkan kondisi cuaca dan arah angin dalam menentukan langkah penanganan. Faktor tersebut menjadi penting mengingat kawasan hutan konservasi memiliki vegetasi yang cukup rentan terbakar selama musim kemarau.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Buthak diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Para pendaki juga diminta mematuhi arahan petugas serta tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang telah diberlakukan pembatasan.

Kebakaran hutan di Gunung Buthak ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan selama musim kemarau. Selain mengancam keselamatan manusia, kebakaran di kawasan konservasi juga dapat berdampak terhadap ekosistem, vegetasi, serta habitat berbagai satwa yang berada di dalam kawasan hutan.

Pihak berwenang memastikan perkembangan penanganan kebakaran akan terus dipantau dan informasi terbaru akan disampaikan secara berkala sesuai kondisi di lapangan.

 

Penulis: Samsu