TK RA Kartini Curi Perhatian di Karnaval Budaya Desa Tulungrejo, Tampilkan Drumband Penuh Semangat
LINGKARMEDIA.COM – Karnaval Budaya Desa Tulungrejo yang digelar dalam rangkaian Satu Abad Selamatan Desa sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia berlangsung meriah, Rabu (5/8/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan berbagai penampilan seni, budaya, hingga kreativitas dari peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat.
Agenda budaya yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut kembali menjadi magnet bagi masyarakat. Beragam kelompok peserta mulai dari lembaga pendidikan, komunitas seni, organisasi masyarakat, hingga perwakilan dusun tampil menampilkan kreativitas terbaik mereka. Suasana semakin semarak dengan antusiasme warga yang memadati sisi jalan sejak siang hari untuk memberikan dukungan kepada para peserta.
Baca juga: https://lingkarmedia.com/karnaval-budaya-desa-tulungrejo-umkm-ikut-panen-berkah/
Salah satu peserta yang berhasil mencuri perhatian adalah TK RA Kartini yang beralamat di Jalan Raya Puncak Jaya Nomor 15, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penampilan puluhan anak didik yang memainkan drumband dengan penuh semangat mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang menyaksikan.
Tidak hanya penonton, penampilan mereka juga mendapat perhatian dari Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, beserta jajaran pemerintah desa dan unsur Forkopimcam Bumiaji yang berada di panggung kehormatan.

Mengenakan kostum bernuansa biru dan putih, para siswa tampil kompak memainkan berbagai alat musik drumband. Meski masih berusia dini, mereka mampu menunjukkan kekompakan dalam setiap langkah dan irama yang dimainkan. Sorak sorai serta tepuk tangan penonton terus mengiringi penampilan mereka sepanjang melintasi jalur karnaval.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak usia dini juga mampu menunjukkan kemampuan dan rasa percaya diri di hadapan masyarakat apabila diberikan kesempatan serta pendampingan yang baik.
Guru TK RA Kartini Dusun Gardu, Desa Tulungrejo, Habibatul Nimah, mengatakan bahwa penampilan anak-anak dalam Karnaval Budaya tersebut telah dipersiapkan jauh hari. Pihak sekolah melakukan berbagai latihan secara intensif selama kurang lebih dua pekan agar peserta didik dapat tampil maksimal.
Menurutnya, proses latihan tidak hanya difokuskan pada kekompakan memainkan drumband, tetapi juga melatih kedisiplinan, keberanian, serta kerja sama antar siswa.

“Kami mulai mempersiapkan latihan sekitar dua minggu sebelum pelaksanaan karnaval. Anak-anak berlatih secara rutin agar mereka percaya diri saat tampil di depan masyarakat,” ujar Habibatul.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Ia mengungkapkan, selama proses latihan para peserta didik menunjukkan semangat yang luar biasa. Mereka mengikuti setiap sesi latihan dengan penuh antusias tanpa mengeluh meskipun harus berlatih berulang kali.
Habibatul menilai tingginya semangat anak-anak menjadi modal utama sehingga mereka mampu memberikan penampilan terbaik saat mengikuti Karnaval Budaya Desa Tulungrejo.

“Alhamdulillah, sebelumnya anak-anak juga sudah pernah mengikuti berbagai perlombaan di sejumlah tempat. Namun, untuk Karnaval Budaya Desa Tulungrejo ini merupakan pengalaman pertama bagi TK RA Kartini ikut berpartisipasi,” katanya.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Menurut Habibatul, pengalaman pertama tersebut menjadi momentum berharga bagi seluruh peserta didik. Selain mengenalkan mereka pada kegiatan budaya di lingkungan desa, keikutsertaan dalam karnaval juga menjadi sarana belajar untuk tampil di hadapan banyak orang.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat membangun karakter anak sejak usia dini, terutama dalam meningkatkan rasa percaya diri, keberanian, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.
Lebih jauh, Habibatul berharap penampilan anak-anak TK RA Kartini mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia dini agar tidak ragu memberikan kesempatan kepada putra-putrinya untuk bersekolah dan mengembangkan bakat.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini bukan hanya memberikan bekal akademik, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter, melatih kreativitas, dan menggali potensi anak sejak dini melalui berbagai kegiatan positif.
“Kami berharap penampilan ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak lain yang belum bersekolah agar mereka juga berani menunjukkan potensi yang dimiliki serta semangat mengikuti pendidikan sejak usia dini,” ungkapnya.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Habibatul juga mengapresiasi Pemerintah Desa Tulungrejo yang secara konsisten menyelenggarakan Karnaval Budaya sebagai bagian dari peringatan Satu Abad Selamatan Desa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang yang sangat baik bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya sekaligus mempererat kebersamaan antarelemen warga.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, karnaval budaya juga dinilai memiliki nilai edukatif karena mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda melalui cara yang menyenangkan.
Ia berharap agenda budaya seperti ini dapat terus dipertahankan bahkan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak lembaga pendidikan yang ikut berpartisipasi.
“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena sangat bermanfaat untuk melatih keberanian, kreativitas, sekaligus melestarikan budaya kepada generasi muda sejak usia dini,” tutupnya.
Melalui partisipasi lembaga pendidikan seperti TK RA Kartini, Karnaval Budaya Desa Tulungrejo tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal budaya, membangun karakter, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi daerah. Antusiasme masyarakat yang tinggi sepanjang pelaksanaan karnaval menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter generasi penerus bangsa.
Penulis: Shereen
Editor: Samsu








