350 Rider Cilik Ramaikan Playon Rono Rene Cosplay Carnival Series 2 di Kota Batu
Kota Batu, Lingkarmedia.com – Olahraga sepeda tanpa pedal atau push bike semakin diminati anak-anak di berbagai daerah. Hal itu terlihat dari antusiasme sekitar 350 rider cilik yang ambil bagian dalam ajang Playon Rono Rene Cosplay Carnival Series 2 yang digelar di lahan parkir timur Jatim Park 3, Kota Batu, Sabtu (19/9/2026).
Para peserta yang rata-rata berusia 2 hingga 9 tahun tersebut tidak hanya berasal dari Kota Batu dan sejumlah daerah di Jawa Timur. Peserta juga datang dari luar Pulau Jawa, di antaranya Lampung hingga Kalimantan Selatan.
Kejuaraan push bike yang dikemas dengan konsep cosplay carnival tersebut mempertandingkan 15 kategori berdasarkan usia. Peserta berasal dari kelahiran 2016 hingga 2024, dengan pembagian kelas pertandingan yang disesuaikan dengan kemampuan dan kelompok usia masing-masing rider.
Sementara itu, kategori juara dalam kejuaraan tersebut dibagi menjadi lima tingkatan, yakni Elite, Novice, Ruki, Beginner, dan Nyubi.

Sekretaris ICF (Indonesia Cycling Federation) atau ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia) Kota Batu, Yoga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kejuaraan push bike yang sebelumnya telah digelar di Kota Batu.
“Ini terusan dari kejuaraan Series 1 tahun 2025 dulu di Selecta,” ungkap Yoga saat ditemui awak media.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Menurut Yoga, perkembangan olahraga push bike di kalangan anak-anak menunjukkan tren yang cukup positif. Selain menjadi sarana aktivitas olahraga sejak usia dini, kejuaraan seperti ini juga dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian, keseimbangan, konsentrasi, serta kemampuan berkompetisi.
Ia berharap olahraga sepeda yang berada di bawah naungan ISSI dan KONI tersebut dapat semakin dikembangkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batu, khususnya dalam mendukung konsep sport tourism.

“Kita dari ICF ini menaungi olahraga sepeda bisa berkolaborasi dengan pariwisata, juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Batu agar lebih sport tourism-nya dapat. Jadi orang datang ke Batu bukan sekadar wisata, tetapi juga untuk berprestasi bersama,” kata Yoga.
Konsep tersebut dinilai relevan dengan karakter Kota Batu sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Kehadiran peserta dari berbagai daerah secara tidak langsung juga dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, mulai dari kebutuhan akomodasi, kuliner, transportasi hingga kunjungan ke sejumlah destinasi wisata.

Dalam pertandingan tersebut, para rider cilik tampak energik mengikuti setiap sesi perlombaan. Dengan menggunakan sepeda tanpa pedal, mereka harus mengandalkan keseimbangan dan kemampuan mengendalikan laju sepeda untuk mencapai garis finis.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Tidak sedikit orang tua yang turut memberikan dukungan dari sisi lintasan. Suasana pertandingan pun berlangsung meriah karena peserta tidak hanya berkompetisi untuk menjadi yang tercepat, tetapi juga tampil dengan berbagai kostum sesuai konsep cosplay carnival. Nampak juga hadir Ketua ISSI, Agung Sugiyono menyaksikan jalannya pertandingan yang diikuti para rider-rider cilik.
Ketua SCR Kids Kota Batu, Rully Cahyo Pramono, menjelaskan bahwa meskipun peserta berasal dari sejumlah daerah di luar Jawa Timur, Playon Rono Rene Cosplay Carnival Series 2 masih berstatus sebagai kejuaraan tingkat regional.
“Ini event regional. Adanya peserta dari luar daerah, kita promosinya lewat media sosial dan push bike team, tidak hanya di Kota Batu. Di setiap kota sekarang sudah mulai menjamur,” ujar Rully.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Menurutnya, pertumbuhan komunitas push bike di berbagai daerah menjadi salah satu faktor yang membuat peserta dari luar daerah tertarik mengikuti perlombaan di Kota Batu.
Selain menjadi wadah kompetisi bagi anak-anak, Rully melihat kegiatan tersebut memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan aktivitas ekonomi di Kota Batu.

“Karena kita ada di Kota Wisata Batu, jadi ada daya tarik tersendiri. Jadi kita juga men-support penghasilan PAD Kota Batu juga, karena ini banyak juga peserta dari luar kota,” tambahnya.
Ia menilai kedatangan ratusan peserta bersama keluarga masing-masing memberikan efek terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Peserta yang datang dari luar daerah tentu membutuhkan tempat menginap, makanan, transportasi, hingga mengunjungi destinasi wisata selama berada di Kota Batu.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Karena itu, penyelenggaraan event olahraga anak dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek prestasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Kota Batu.
Rully berharap pelaksanaan Playon Rono Rene Cosplay Carnival Series dapat terus berlanjut dan mengalami peningkatan dari sisi jumlah peserta maupun skala kejuaraan.
Dengan semakin berkembangnya komunitas push bike di berbagai daerah, ia berharap kejuaraan yang digelar di Kota Batu pada masa mendatang dapat meningkat dari level regional menjadi kejuaraan tingkat nasional.
“Harapannya ke depan bisa meningkat menjadi kejuaraan nasional,” pungkasnya.
Antusiasme ratusan rider cilik dalam event tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga push bike memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai olahraga anak usia dini. Jika dikembangkan secara berkelanjutan dan didukung berbagai pihak, olahraga tersebut juga dapat menjadi salah satu bagian dari penguatan ekosistem sport tourism di Kota Batu.
Penulis: Samsu








