Karnaval Budaya Desa Tulungrejo, UMKM Ikut Panen Berkah
LINGKARMEDIA.COM – Ribuan warga memadati ruas jalan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (5/8/2026), untuk menyaksikan kemeriahan Karnaval Budaya yang digelar Pemerintah Desa Tulungrejo. Kegiatan tersebut menjadi salah satu puncak rangkaian peringatan Hari Lahir Desa Tulungrejo sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Sejak pagi, masyarakat telah memenuhi sepanjang jalur yang dilalui peserta karnaval. Warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua, tampak antusias menyaksikan beragam atraksi seni, budaya, dan kreativitas yang ditampilkan puluhan kontingen. Suasana penuh semangat dan kebersamaan begitu terasa sepanjang pelaksanaan kegiatan.
Karnaval budaya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam. Pemerintah Desa Tulungrejo menjadikan kegiatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai pencapaian desa sekaligus sebagai bentuk terima kasih kepada masyarakat yang selama ini berperan aktif dalam pembangunan.

Berbagai penampilan seni tradisional, kostum bertema budaya Nusantara, hingga pertunjukan yang mengangkat nilai-nilai sejarah menjadi daya tarik utama. Sorak sorai penonton terus mengiringi setiap rombongan yang melintas, menciptakan suasana meriah yang menggambarkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Desa Tulungrejo.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Salah satu peserta yang menjadi perhatian masyarakat adalah Anggota Komisi A DPRD Kota Batu dari Fraksi PDI Perjuangan, Khamim Tohari. Dalam kesempatan tersebut, ia tampil mengenakan kostum Patih Kerajaan Majapahit lengkap dengan atribut kebesaran yang menggambarkan kejayaan kerajaan terbesar di Nusantara.

Kehadiran Khamim dalam balutan busana kerajaan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam mereka, bahkan tidak sedikit yang meminta berfoto bersama ketika rombongan berhenti sejenak di depan panggung kehormatan.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Bagi Khamim, keikutsertaannya dalam Karnaval Budaya bukan sekadar menghadiri acara seremonial, tetapi sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan sejarah bangsa. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi media yang efektif untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Ia berharap masyarakat, khususnya kalangan anak-anak dan remaja, semakin mencintai budaya daerah dan memahami nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Dengan demikian, tradisi yang menjadi identitas bangsa tidak akan hilang ditelan perkembangan zaman.
Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, penyelenggaraan Karnaval Budaya juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sepanjang jalur karnaval, puluhan pedagang menjajakan aneka makanan, minuman, hingga berbagai kebutuhan masyarakat yang diserbu pengunjung.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Salah seorang pedagang yang merasakan manfaat tersebut adalah Suparmi (65), penjual bakso yang telah puluhan tahun berjualan di Desa Tulungrejo. Ia mengaku omzet penjualannya meningkat cukup signifikan selama berlangsungnya kegiatan.

Perempuan asal Blitar ini menceritakan bahwa dirinya pertama kali datang merantau ke Kota Batu pada tahun 1965. Saat itu ia masih tinggal di rumah kontrakan sambil berjuang membangun kehidupan bersama keluarganya.
Melalui usaha berjualan bakso yang dirintis sejak 1979, Suparmi perlahan mampu memperbaiki taraf hidup keluarganya. Kini ia telah memiliki rumah sendiri di RT 01 RW 02 Desa Tulungrejo dan menetap bersama keluarganya.
“Alhamdulillah, kegiatan yang digelar pemerintah desa sangat membantu perekonomian masyarakat. Kami para pedagang UMKM merasakan langsung dampaknya. Omzet jualan hari ini lumayan meningkat,” ujar Suparmi sambil tersenyum.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Ia mengaku setiap ada kegiatan besar yang diselenggarakan pemerintah desa, jumlah pembeli selalu meningkat dibandingkan hari biasa. Karena itu, ia berharap agenda budaya seperti ini dapat terus dipertahankan sebagai tradisi tahunan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Suparmi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Tulungrejo yang dinilainya selama ini memberikan perhatian kepada pelaku UMKM. Menurutnya, berbagai kegiatan desa selalu membuka kesempatan bagi pedagang kecil untuk memperoleh tambahan penghasilan.

“Saya bangga dengan Pak Kades karena selalu mendukung usaha masyarakat desanya. Masa jabatan beliau memang akan segera berakhir, sehingga rangkaian kegiatan ini terasa menjadi momen yang sangat berkesan bagi masyarakat,” tuturnya.
Tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, Karnaval Budaya Desa Tulungrejo juga membuktikan bahwa kegiatan berbasis tradisi mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara bersamaan. Interaksi antara masyarakat, pelaku seni, pelaku UMKM, hingga pemerintah desa menciptakan suasana kebersamaan yang memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Rangkaian peringatan Hari Lahir Desa Tulungrejo dan HUT ke-81 Republik Indonesia kemudian ditutup dengan hiburan malam yang menghadirkan pertunjukan sound horeg. Ribuan warga kembali memadati lokasi untuk menikmati hiburan tersebut hingga acara berakhir.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Desa Tulungrejo berharap semangat kebersamaan, gotong royong, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat terus tumbuh. Karnaval budaya pun tidak hanya meninggalkan kesan meriah, tetapi juga menjadi simbol bahwa tradisi lokal tetap hidup dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tulungrejo.
Penulis: Shereen
Editor: Samsu








