KONI Kota Batu Gelar Tes Kebugaran Atlet, Matangkan Persiapan Menuju Porprov X Jawa Timur 2027

IMG-20260616-WA0114

LINGKARMEDIA.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu mulai mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada tahun 2027. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar tes kebugaran bagi para calon atlet yang akan memperkuat kontingen Kota Batu pada ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.

Kegiatan tes kebugaran dilaksanakan di GOR Gajah Mada Kota Batu pada Selasa (16/6/2026). Program ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) yang akan menjadi wadah pembinaan dan peningkatan performa atlet selama menjelang Porprov.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/desa-sumberejo-sambut-positif-upaya-atr-bpn-sertipikatkan-sumber-mata-air-dan-situs-sejarah/

Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ariwahyudi, mengatakan bahwa tes kebugaran dilakukan untuk mengetahui tingkat kesiapan fisik para atlet dari berbagai cabang olahraga. Menurutnya, kondisi fisik yang prima merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan atlet saat bertanding.

“Kita melaksanakan tes kebugaran terhadap calon-calon atlet yang akan berlaga di Porprov X Jawa Timur di Surabaya tahun 2027 yang akan datang. Tes ini menjadi bagian dari upaya awal untuk memetakan kondisi fisik atlet sehingga program latihan yang diberikan nantinya bisa lebih tepat sasaran,” ujar Sentot kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa tes kebugaran yang dilakukan berfokus pada pengukuran kemampuan tubuh dalam mengolah dan menggunakan oksigen saat melakukan aktivitas fisik intensif. Pengukuran ini dikenal dengan istilah VO2 Max (Volume Oksigen Maksimal) yang menjadi salah satu indikator penting dalam dunia olahraga.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Menurut Sentot, nilai VO2 Max dapat menggambarkan tingkat kebugaran dan daya tahan tubuh seorang atlet. Semakin tinggi nilai VO2 Max, semakin baik kemampuan atlet dalam mempertahankan performa saat bertanding dalam waktu yang lama.

“VO2 Max merupakan ukuran kesiapan kebugaran atlet. Dari hasil tes ini kita bisa mengetahui seberapa baik kemampuan tubuh atlet dalam menyerap dan menggunakan oksigen selama aktivitas olahraga. Ini menjadi dasar penting dalam menyusun program latihan yang efektif,” jelasnya

Selain untuk mengukur kondisi fisik, tes kebugaran juga dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap perbedaan kondisi cuaca antara Kota Batu dan Surabaya yang akan menjadi tuan rumah Porprov X Jawa Timur.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Kota Batu dikenal memiliki suhu udara yang relatif sejuk dan dingin karena berada di kawasan pegunungan. Sementara itu, Surabaya memiliki karakteristik cuaca yang lebih panas dan lembap. Perbedaan kondisi lingkungan tersebut dinilai dapat memengaruhi performa atlet jika tidak dipersiapkan sejak dini.

“Para atlet harus siap bertanding dalam kondisi cuaca apa pun. Di Kota Batu cuacanya cenderung dingin, sedangkan di Surabaya nanti berpotensi lebih panas. Karena itu, kebugaran dan kesehatan atlet harus benar-benar stabil agar mampu beradaptasi dan tampil maksimal saat bertanding,” kata Sentot.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan tes kebugaran ini juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) yang akan melibatkan ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga.

Tercatat sebanyak 292 atlet, 30 pelatih, dan 30 cabang olahraga (cabor) mengikuti tahapan awal persiapan tersebut. Jumlah itu merupakan sebagian besar dari total 47 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Kota Batu.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Meski demikian, tidak seluruh cabang olahraga dapat mengikuti tes kebugaran kali ini. Beberapa cabor masih disibukkan dengan agenda kompetisi maupun kejuaraan di luar daerah sehingga belum bisa bergabung dalam proses seleksi dan pengukuran kebugaran.

“VO2 Max ini juga merupakan bagian dari persiapan Puslatkot. Saat ini diikuti oleh 292 atlet, 30 pelatih, dan 30 cabang olahraga. Dari total 47 cabor yang ada, memang masih ada beberapa yang belum bisa mengikuti karena sedang mengikuti kejuaraan di luar Kota Batu maupun kegiatan lain yang telah terjadwal sebelumnya,” ungkapnya.

KONI Kota Batu berharap hasil tes kebugaran ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program latihan yang lebih terarah. Dengan mengetahui kondisi fisik setiap atlet sejak awal, pelatih dapat merancang metode latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Selain meningkatkan kemampuan fisik, program pembinaan yang akan dijalankan juga difokuskan pada peningkatan teknik, mental bertanding, dan daya tahan atlet agar mampu bersaing dengan kontingen daerah lain di Jawa Timur.

Melalui persiapan yang dilakukan sejak dini, KONI Kota Batu optimistis dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah pada ajang Porprov X Jawa Timur 2027.

Dengan dukungan pembinaan yang terstruktur, pengukuran kebugaran yang berkelanjutan, serta program latihan yang matang, Kota Batu menargetkan mampu mengirimkan atlet-atlet tangguh yang siap bersaing dan meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses