Terungkap, Identitas Mayat Wanita di Pinggir Jalan Lingkar Weleri Warga Sukodono Kendal

IMG_20260615_061403

LINGKARMEDIA.COM – Identitas mayat perempuan yang ditemukan di semak-semak pinggir Jalan Lingkar Weleri, Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, akhirnya berhasil terungkap. Korban diketahui bernama Lutfiana, warga Kelurahan Sukodono, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal.

Kapolsek Weleri AKP Yulianto mengatakan identitas korban berhasil diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan sidik jari terhadap jenazah yang ditemukan pada Minggu (14/6/2026) siang.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/polres-metro-tangerang-kota-buru-pemasok-utama-sita-135-346-butir-obat-keras-ilegal/

“Memang identitas korban berhasil terungkap atas nama Lutfiana warga Kelurahan Sukodono, Kecamatan Kendal. Jadi setelah kami ambil sidik jarinya, kami dapatkan data tersebut,” ujar Yulianto.

Setelah identitas diketahui, polisi segera menghubungi pihak keluarga dan meminta mereka datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk melakukan pencocokan identitas.

Menurut Yulianto, pihak keluarga, termasuk suami korban, telah memastikan bahwa jenazah yang ditemukan tersebut benar merupakan Lutfiana.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

“Tadi saya menerima laporan dari anggota yang di RS Bhayangkara bahwa pihak keluarga dan suami korban sudah mengakui bahwa jasad tersebut benar istrinya,” ungkapnya.

Meski identitas korban telah dipastikan, polisi masih menunggu hasil autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Untuk penyebab kematian korban, kami masih menunggu hasil autopsinya,” tambah Yulianto.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Suami korban, Ahmad Trimulyono, bersama keluarganya tiba di RS Bhayangkara Semarang sekira pukul 20.00 WIB. Mereka langsung menuju ruang autopsi untuk memastikan identitas jenazah.

Saat ditemui awak media, Ahmad mengaku mengenali jasad tersebut sebagai istrinya berdasarkan ciri fisik dan pakaian yang dikenakan.

“Benar, itu jasad istri saya dan saya hafal betul. Istri saya namanya Lutfiana dan punya baju yang dipakainya,” kata Ahmad.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Ahmad menjelaskan bahwa istrinya telah menghilang sejak Kamis (11/6/2026) tanpa memberikan kabar. Komunikasi terakhir antara dirinya dan korban terjadi melalui pesan WhatsApp pada Kamis malam.

“Dia sudah menghilang empat hari ini sejak hari Kamis lalu. Saya sempat komunikasi terakhir lewat chat WhatsApp pada Kamis malamnya,” jelasnya.

Setelah komunikasi terakhir tersebut, nomor telepon korban tidak lagi bisa dihubungi. “Setelah Kamis malam itu nomornya sudah tidak bisa dihubungi lagi. Saya tadi sore dihubungi pihak kelurahan bahwa istri saya ditemukan meninggal,” ujarnya.

Pihak keluarga berencana langsung memakamkan jenazah korban di pemakaman umum setempat setelah proses autopsi selesai dilakukan.

Sebelumnya, penemuan mayat perempuan tersebut sempat menggegerkan warga Desa Payung dan pengguna Jalan Lingkar Weleri jalur Batang-Semarang. Jenazah ditemukan sekira pukul 12.30 WIB di area semak-semak dekat jalan raya.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa kaus bergaris putih dan merah muda, sweater cokelat, serta celana jeans biru.

Salah seorang warga setempat, Agus, mengatakan kondisi wajah korban sudah mulai mengalami pembusukan. “Mayatnya masih pakai baju lengkap, tapi wajahnya agak membusuk”.

Kanit Reskrim Polsek Weleri Ipda Agus Effendi menjelaskan bahwa petugas tidak menemukan kartu identitas maupun dokumen lain di sekitar lokasi penemuan mayat. Berdasarkan kondisi jenazah, korban diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan.

“Di sekitar lokasi kami tidak menemukan identitasnya. Bagian wajahnya memang sudah mulai membusuk, perkiraannya meninggal empat hari yang lalu,” jelas Agus.

Tim Inafis yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Semarang untuk keperluan autopsi.

Polisi juga terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan mayat guna mencari barang bukti yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban.

“Kami masih menyisir TKP untuk mencari barang bukti lainnya. Sementara kasusnya ditangani Polsek Weleri dan Polres Kendal,” pungkas Agus.

Hingga kini, aparat kepolisian masih menunggu hasil autopsi dan mendalami berbagai kemungkinan terkait kematian Lutfiana. Polisi belum menyimpulkan apakah korban meninggal akibat tindak pidana atau sebab lainnya. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab kematian perempuan berusia sekitar 30 tahun tersebut.

 

Penulis: Shereen

Editor: Samsu