Gus Iqdam Apresiasi Dedikasi Kombes Putu Kholis untuk Korban Kanjuruhan

IMG_20260603_161619

LINGKARMEDIA.COM – Ribuan masyarakat dari berbagai elemen memadati Stadion Gajayana Kota Malang dalam Pengajian Umum dan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan yang digelar Polresta Malang Kota dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. (Selasa Malam, 02/06/2026)

Pengajian menghadirkan penceramah nasional, Gus Iqdam, diikuti sekitar 10.000 jamaah termasuk Forkopimda Malang Raya, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, perwakilan Aremania, keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, hingga masyarakat umum.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/ubsi-dampingi-kelompok-tani-di-bogor-olah-limbah-sawit-dan-terapkan-smart-mushroom-house-berbasis-iot/

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana selaku Ketua Penyelenggara menjelaskan pengajian dan doa bersama, sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian kepada seluruh korban Tragedi Kanjuruhan serta masyarakat Malang Raya sekaligus bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80

“Alasan utama Doa Bersama ini untuk para korban Tragedi Kanjuruhan dan seluruh warga Malang Raya yang sudah memumpuk semangat kemanusiaan, kebersamaan, persatuan dalam menjaga kondusivitas di tengah masyarakat” ujar Kombes Pol Putu Kholis saat menyampaikan sambutan. (Selasa Malam, 02/06/2026)

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Alasan kedua, kegiatan ini saya dedikasikan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para orang tua dan seluruh pimpinan daerah Malang Raya yang selama ini bersama-sama.

Lebih lanjut, Kombes Putu Kholis memohon doa dan nasihat agar dapat terus memperbaiki diri, meningkatkan pelayanan, dan bekerja lebih baik sesuai harapan masyarakat.

Sementara dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mendoakan seluruh korban Tragedi Kanjuruhan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sekaligus memohon keberkahan bagi Kota Malang.

“Malam hari ini kita berkumpul untuk mendoakan saudara-saudara kita korban Tragedi Kanjuruhan. Semoga Kota Malang dilimpahi rahmat dan keberkahan oleh Allah SWT,” tutur Gus Iqdam di hadapan ribuan jamaah.

Gus Iqdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat kehadiran ribuan jamaah, para ulama, tokoh masyarakat, hingga pejabat daerah sebagai bukti kepedulian masih sangat kuat di Malang Raya.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Dalam kesempatan tersebut, Gus Iqdam secara khusus menyampaikan apresiasi dan kesan mendalam kepada Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana atas dedikasi yang ditunjukkan sejak menjabat Kapolres Malang pasca Tragedi Kanjuruhan.

Menurutnya, di tengah situasi yang saat itu penuh tantangan dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, Putu Kholis memilih hadir langsung menemui keluarga korban untuk membangun komunikasi dan kedekatan emosional.

Ia mengungkapkan bahwa saat itu masyarakat tentu masih banyak yang kecewa dan tidak percaya kepada kepolisian, KBP Putu Kholis dinilai berani bergerilya membangun kedekatan emosional, mendengarkan keluhan mereka dan membantu apa yang dibutuhkan para Keluarga Korban.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Gus Iqdam berharap semangat pengabdian selalu dijaga dimanapun Kombes Putu Kholis bertugas, Karena keberadaan pemimpin yang dekat dengan rakyat akan selalu menghadirkan manfaat yang besar.

Lebih jauh, Gus Iqdam menilai sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, aparat keamanan, ulama, tokoh masyarakat, akademisi, suporter, dan masyarakat luas merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi Malang Raya.

Di hadapan ribuan jamaah, Gus Iqdam juga menyampaikan tiga pesan penting sebagai resep menjadi pribadi yang mulia. Pertama, apabila tidak mampu memberi manfaat kepada orang lain, setidaknya jangan sampai membahayakan orang lain.

Kedua, jika belum mampu menenangkan orang lain, jangan membuat orang lain susah. Ketiga, jika tidak bisa memuji, jangan mencaci dan menyakiti orang lain melalui ucapan.

“Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tegasnya.

Pengajian dan doa bersama yang berlangsung hingga pukul 00.20 WIB tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi, soliditas, dan semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi positif untuk menjaga Malang tetap aman, damai, rukun, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya

Melalui momentum menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota tidak hanya menghadirkan ruang spiritual dan refleksi bersama, tetapi juga memperkuat jalinan kemitraan antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

 

Penulis: Putra

Editor: Samsu