Nilai Kebersamaan Membangun Desa Dalam Budaya Njenang

IMG-20241206-WA0034

Kota Batu – Budaya ” Njenang ” merupakan kegiatan membuat makanan terbuat dari tepung ketan yang dikenal dengan nama ” Jenang “. Kegiatan pembuatan jenang atau njenang merupakan satu kasanah khas Jawa khususnya wilayah Jawa Timur.

Sebagai ciri sebuah kearifan lokal satu wilayah, Njenang menjadi kekayaan budaya lokal yang menjadi daya tarik sekaligus ciri khas yang unik tingkat wilayah desa atau kelurahan tertentu.

Seperti halnya yang dilakukan di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu misalnya, budaya njenang dilakukan dalam sebuah acara penyambutan tamu kehormatan atau dalam acara hajatan.

Kegiatan njenang sendiri memiliki filosofi tentang kebersamaan dalam kehidupan sehari – hari.

Seperti disampaikan Suliono, Kepala Desa Tulungrejo kepada awak media usai menyambut kedatangan 74 Kades dan Lurah berprestasi , Kamis ( 5/12/2024 ). ” Njenang ini sebenarnya kasanah Jawa sebagai simbol kebersamaan, mulaii dari pembuatan adonan dan persiapan bikin tungku tidak bisa dikerjakan sendiri, artinya desa ini tidak bisa berdiri sendiri “.

” Desa itu ibaratnya lumut, harus bersinergi tidak bisa sendiri tanpa berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum ( APH ) termasuk instansi yang ada seperti OPD – OPD baik provinsi maupun pusat, yang terpenting kelembagaan yang ada di Indonesia itu sendiri, ” ujar Suliono.

Lebih lanjut, Suliono menambahkan secara adat Desa Tulungrejo masih mempergunakan hukum adat serta mempertahankan adat istiadat. Karena hal tersebut merupakan kasanah kearifan lokal dalam menyambut tamu – tamu resmi.

( Ji )