Kota Batu Urgent Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

IMG-20250516-WA0043

Kota Batu,lingkarmedia.com – Semakin maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggelar agenda Sosialisasi rise and speak TPPO di Sekolah Alkitab Kota Batu, Kamis (15/5/2025) siang.

Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Batu Nurochman, SH, MH. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa. Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata. dan Direktur TP PPA dan PPO Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polri Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si. Kepala BNN Kota Batu, AKBP Renny Puspita. Komandan Kodim 0818, Letokl Inf Yuda Sancoyo, M.Han.

Sosialisasi diikuti ratusan peserta terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda , agama,  Kepala OPD, Forkopimda Kota Batu dan Malang, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, pelajar SMP dan SMA, guru-guru SMP dan SMA, perwakilan PKK, Komunitas NU, Muhamadiyah, perwakilan Pondok Pesantren serta Kanit PPA Polda, Polres jajaran Polda Jatim.

Dalam sambutannya, Kapolres Batu menyampaikan, jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kota Batu sudah pada tahap urgent. Hal ini dilihat dari jumlah kasus yang ditangani pihak Polres Batu dari 2022 hingga 2025, dalam setiap tahun mengalami kenaikan.

” Kalau menggunakan data statistik, selama empat tahum mulai tahun 2022, setiap tahunnya selalu ada kasus yang melibatkan perempuan dan anak. Data yang masuk setiap tahunnya, ada anak yang jadi korban dan jadi pelapor, ” papar Kapolres Batu.

Dipaparkannya, pada 2023 jumlah anak yang berhadapan dengan hukum mengalami kenaikan, dimana tiap tahun terdapat belasan kasus diantaranya kasus perkelahian, narkoba, pelecehan seksual di lembaga pendidikan seperti pesantren.

” Kota Batu memang sudah dikatakan urgent, kalau memang betul-betul kita ingin menyiapkan apa yang menjadi program bapak Presiden, pak Kapolri, Gubernur, Wali Kota dengan program-program saint nya tentu ini menjadi titik berat kita ke depan bahwa anak-anak kita ini adalah aset ke depan Indonesia dalam proses pembangunan, ” ungkap Kapolres.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, pada sambutannya menyampaikan, bahwa kampanye rise and speak yang digelar bukan sekedar kegiatan seremonial, namun sebuah kegiatan moral, gerakan kesadaran dan keberanian.

Siti Faujiyah mengatakan,” gerakan ini mengajak kita semua baik laki-laki, perempuan baik tua maupun muda untuk tidak lagi tinggal diam ketika menyaksikan ketidak adilan, tindak kekerasan atau perlakuan yang menjatuhkan harkat dan martabat manusia “.

Ketua TP PKK Kota Batu ini menegaskan, berdiam diri di tengah ketidak adilan adalah bentuk pembiaran yang merupakan awal dari normalisasi kejahatan.

” Kejahatan tidak cukup karena banyaknya orang jahat, tetapi karena terlalu banyak orang baik memilih diam suatu saat ada kejahatan, ” tegas nya.

Sementara itu, Brig Jend Pol Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si memaparkan, saat ini semakin marak kekerasan berbasis gender online terhadap perempuan dan anak.

” Banyak kasus-kasus kekerasan terutama kekerasan seksual di tingkat privat. Ini sudah darurat, kita harus eksen, ” ujar Dr. Nurul Azizah.

(Ji)