Ketiga Paslon Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Batu, Menjalani Debat Akhir
Kota Batu – Menjelang masa tenang yang tinggal 3 hari lagi, KPU Kota Batu menggelar Debat Publik terakhir Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Batu digelar di Golden Tulip Holand Resort, Kami ( 21/11/2024 ) malam. Jajaran Forkopimda Kota Batu, Kapolres, Dandim 0818, Ketua DPRD hadir dalam acara debat.
Acara debat publik kali ini, masing – masing paslon membawa 75 orang pendukung sesuai jumlah yang ditentukan pihak penyelenggara.
Dalam debat pamungkas ini mengangkat tema Sosial, Hukum, Ekonomi dan Tata Kelola Pemerintahan. Adapun panelis yang menyajikan pertanyaan untuk para paslon antara lain, Edi Purwanto, S Psi M Si ( Social Includion dan Open Government ), Angga Sukmara Christian Permadi, S IP M IP ( Public Policy dan National Development Planning ), Yuventia Prisca Diyanti Todalani Kalumbang, S Sos M Fil ( Bidang Keahlian Filsafat kritis dan Komunikasi Publik ), Ir Zikrie Pramudia Alfarhisi, ST MT ( Bidang Keahlian Tata Kelola Teknologi Informasi dan Digitalisasi ), Dekki Umamur Ra’is S Sos M Soc Sc ( Public Policy dan Rural Economy Development ).
Ketua KPU Kota Batu Heru Joko Purwanto saat membuka acara debat berpesan, diharapkan pada pasangan calon untuk tidak menyerang secara pribadi. ” Saya berpesan kepada seluruh pasangan calon jangan sampai ada yang menyerang secara pribadi antar pasangan calon. Dan untuk teman – teman pendukung untuk menjaga ketertiban “.
Seperti pada debat publik sebeumnya, masing – masing pasangan calon dalam segmen pertama menyampaikan visi misi dalam waktu 4 menit, dari 6 segmen yang disediakan.
Pasangan calon nomor urut 01 pasangan Nurohman – Heli menyoroti soal kemiskinan, pengangguran serta konflik sosial. Persoalan hukum, pasangan Wong SAE menilai penyelesaian hukum masih perlu diadakan perbaikan dengan melanjutkan program klinik – klinik hukum di desa/kelurahan dan transparansi.
” Dalam tata kelola pemerintahan Yaang merupakan tuntutan publik untuk pemerintah yang berkwalitas dan transparan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, ” ungkap Nurochman. Calon walikota pasangan MBATU SAE.
Nomor urut 02 pasangan Gumelar – H. Rudi, menyoroti bidang pendidikan dengan program 1 keluarga 1 sarjana, membangun transparansi hukum bagi masyarakat.
” Kami akan menciptakan pelayanan publik yang cepat, sederhana dan mudah diakses oleh warga Kota Batu “, kata Firhando Gumelar calon walikota pasangan GURU.
Sementara pasangan calon nomor urut 03 Krisdayanti – Dewa lebih fokus dalam pembangunan birokrasi yang berkomitmen melayani masyarakat segala kebutuhan masyarakat. Dalam bidang ekonomi, pasangan calon ini bertekad membangun basis ekonomi kerakyatan serta perangkat hukum yang berkeadilan.
” Dalam mengoptimalkan pemerintahan yang lebih baik, bersih dan dekat dengan wong cilik, partisipasi masyarakat harus menjadi jiwa dari pada pemerintahan, ” ujar Krisdayanti, calon walikota pasangan KRIDA.
( Ji )








