Aceh Tamiang Perpanjang Tanggap Darurat
LINGKARMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kembali memperpanjang masa tanggap darurat penanganan banjir dan longsor selama 14 hari. Perpanjangan Tanggap Darurat ini dilakukan banyak desa yang masih terendam lumpur.
Perpanjangan masa tanggap darurat tertuang dalam Keputusan Bupati Aceh Tamiang nomor 100.3.3.2/84/2026 yang diteken Armia Pahmi, Selasa (20/1/2026). Perpanjangan berlaku hingga 3 Februari mendatang.
Masa berlaku status tanggap darurat itu disebut dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana di lapangan. Daerah ini sudah beberapa kali memperpanjang masa tanggap darurat sejak pertama ditetapkan akhir November 2025.

“Perpanjangan karena masih butuh penanganan khusus, masih banyak wilayah yang lumpurnya belum tertangani, dan warga masih banyak yang di tenda-tenda,” kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita.
Berdasarkan data sementara hingga Senin (19/1) pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi di Aceh Tamiang saat ini 5.963 orang yang mengungsi di 65 titik pengungsian. Banjir bak tsunami yang melanda Aceh Tamiang Rabu 26 November 2025 itu menyebabkan 101 orang meninggal dunia dan 18 luka-luka.
Banjir dan longsor terjadi di 209 desa dalam 12 kecamatan. Bencana itu juga menyebabkan 3.888 rumah rusak, dan ratusan fasilitas lainnya ikut terdampak.
Diketahui, Aceh Tamiang termasuk salah satu daerah terparah dilanda bencana. Total ada 18 daerah terdampak dengan korban meninggal mencapai 561 orang, luka berat 456 orang dan luka ringan 4.939 jiwa.
Selanjutnya, terdapat 65 titik pengungsian di Aceh Tamiang. Sebanyak 1.454 kepala keluarga (KK) atau 5.963 mengungsi dan 73.655 KK atau 290.404 jiwa tidak mengungsi.
Banjir bandang dan tanah longsor juga merusak fasilitas publik, infrastruktur kesehatan dan rumah masyarakat di Aceh Tamiang. Total rumah yang rusak mencapai 37.888 unit.
Total jalan yang mengalami rusak berat 723 kilometer (km) dan rusak sedang sepanjang 272.6 km. ruko/kios yang mengalami kerusakan total 156 unit.
Harta benda seperti sawah rusak seluas 7.529 hektare, kebun 713 hektar, perikanan 430,5 hektare, dan peternakan sebanyak 137.094 ekor. Total jembatan yang rusak sebanyak 31 jembatan.
Fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang rusak sebanyak 192 unit, perkantoran 44, pasar 15, sarana ibadah 724, dan pusat pendidikan sebanyak 543 unit.
Penulis: Tim Respon Bencana
Editor : Ramses








