Kanada Tolak Bayar Rp 17 Triliun untuk Bergabung Dewan Perdamaian Gaza

IMG-20260201-WA0016

LINGKARMEDIA.COM – Kanada tidak akan membayar USD 1 miliar atau Rp 17 triliun untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan itu diungkap menteri keuangannya.

Menteri Keuangan Kanada Francois-Philippe Champagne mengatakan meskipun kerangka kerja dewan tersebut belum lengkap, Kanada telah menolak biaya tersebut.

“Ada banyak detail yang perlu diselesaikan, tetapi satu hal yang jelas adalah bahwa Kanada tidak akan membayar jika kami bergabung dengan Dewan Perdamaian,” ungkap Champagne kepada wartawan di Davos, Swiss, tempat ia menghadiri Forum Ekonomi Dunia.

Ini menandai pembalikan dari penerimaan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada hari Senin atas draf undangan ke dewan tersebut. Tetapi Kanada mungkin bergabung dengan Dewan Perdamaian pemerintahan Trump jika biaya tersebut dibatalkan.

“Kita masih dalam tahap awal [untuk] apa yang akan menjadi kerangka acuan dewan itu, bagaimana cara kerjanya,” ujar Champagne, seperti dilaporkan CBC News.

“Perdana menteri harus mengambil keputusan akhir setelah semua fakta diketahui dan semua detail telah dirumuskan — apakah ini demi kepentingan terbaik Kanada.”

Carney mengatakan uang dibutuhkan untuk mereka yang terkepung di Jalur Gaza. “Kanada menginginkan uang tersebut memberikan dampak maksimal,” ungkap Carney kepada wartawan.

“Kita masih belum memiliki aliran bantuan kemanusiaan yang lancar dan berskala besar kepada rakyat Gaza.”

Presiden AS Donald Trump mengundang 60 pemimpin dunia untuk bergabung dengan dewan tersebut. Beberapa pemimpin khawatir Dewan Perdamaian akan menangani lebih banyak konflik global dan berpotensi menggantikan peran PBB.

Penulis: Tim Keadilan Global

Editor: Ramses