Luapan Sungai Masih Menggenangi Pemukiman Warga
LINGKARMEDIA.COM – Meski banjir mulai surut di beberapa wilayah di Kabupaten Kendal, sampai saat ini luapan sungai masih nampak di beberapa desa wilayah utara Kecamatan Patebon, Minggu (18/1/2026).
Nampak luapan air masih merendam pemukiman warga, sebagian jalan juga terendam air hingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Sebelumnya, hujan yang mengguyur Kabupaten Kendal pada Kamis (15/1) hingga Jum’at dini hari, tercatat 23 desa yang tersebar di 7 kecamatan terendam banjir.
BPBD Kabupaten Kendal mencatat 9.196 jiwa serta sekitar 4 ribu rumah terendam banjir dengan ketinggian antara 10 hingga 100 cm.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan banjir terparah terjadi di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu.
“Di Desa Kumpulrejo, ketinggian air mencapai 1 meter,” kata Iwan, Jumat (16/1).
Sementara di Kecamatan Brangsong, banjir diakibatkan oleh tanggul Sungai Waridin yang jebol. “Di Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, dan Kaliwungu sudah mulai surut. Tetapi kami tetap bersiaga,” lanjut Iwan.
Iwan menambahkan, petugas gabungan telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir di Kecamatan Pegandon. Ada pula dapur umum yang didirikan BPBD di Pegandon dan Kaliwungu.

Dari pemantauan awak media di lokasi banjir, didapatkan beberapa informasi spekulasi penyebab terjadinya banjir saat hujan tiba. Beberapa warga menyebutkan penyebab terjadinya banjir akibat adanya perilaku buang sampah di sungai, penggundulan hutan yang semakin marak serta perawatan sungai yang terlambat.
“Kalau kita lihat, hutan sudah pada gundul berubah galian, sampah numpuk di sungai, sedangkan normalisasi sungai selalu terlambat. Begitu hujan turun seperti saat ini ya pasti banjir,” ungkap Warno, salah satu warga Wonosari Kecamatan Patebon kepada awak media, Minggu (18/1/2026).
Menghadapi prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan hingga 21 Januari 2026, BPBD menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, pemerintah berencana melakukan intervensi cuaca.
Penulis : Tim Keadilan Ekologi
Editor : Samsu







