Batu Street Food Festival 2026 Perkuat Identitas Kota Kreatif Gastronomi
Kota Batu, Lingkarmedia.com – Batu Street Food Festival (BSFF) ke-9 kembali hadir sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku industri kuliner sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota kreatif bidang gastronomi.
Mengusung tema “SAE RASANE, SAE SUASANANE”, festival kuliner tersebut resmi dibuka Wali Kota Batu Nurochman di Halaman Balai Kota Among Tani, Kamis (17/9/2026).
Pada penyelenggaraan tahun ini, BSFF menghadirkan sebanyak 40 tenant yang berasal dari hotel dan restoran di Kota Batu. Kehadiran puluhan tenant tersebut tidak hanya menawarkan beragam pilihan kuliner kepada masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan kreativitas serta karakter kuliner Kota Batu.
Baca juga; https://lingkarmedia.com/kua-ppas-perubahan-2026-disepakati-belanja-daerah-kota-batu-rp105-triliun/
Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi konsistensi Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kota Batu dalam menyelenggarakan BSFF dari tahun ke tahun.
Menurut Nurochman, keberadaan festival kuliner seperti BSFF memiliki peran penting dalam membangun ekosistem gastronomi di Kota Batu. Kuliner, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan makanan yang disajikan, tetapi juga menyangkut pengalaman yang diperoleh wisatawan ketika berkunjung.
“Karakteristik Batu sebagai kota wisata jangan sampai menjemukan atau stuck, harus terus berkembang. BSFF menjadi salah satu event yang menjadi tulang punggung kuliner di Kota Batu,” ujar Nurochman.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Ia menilai sektor kuliner memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan pariwisata. Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Timur membutuhkan inovasi berkelanjutan agar wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman dari objek wisata, tetapi juga dari berbagai aktivitas pendukung, termasuk kuliner.
Karena itu, pengembangan gastronomi dinilai membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, pelaku usaha, perhotelan, restoran, perbankan hingga sektor pariwisata perlu membangun sinergi untuk menciptakan pengalaman wisata yang semakin beragam.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha kuliner untuk berkembang. Festival kuliner seperti BSFF dapat menjadi salah satu sarana mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus wisatawan dalam suasana yang lebih terbuka dan kreatif.
“Penguatan ekosistem gastronomi membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, perhotelan, restoran, perbankan, dan sektor pariwisata agar mampu menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam,” kata Nurochman.
Lihat juga; https://www.facebook.com/shar
BSFF ke-9 sendiri berlangsung selama tiga hari. Selama festival berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai pilihan kuliner yang disiapkan oleh 40 tenant hotel dan restoran yang berpartisipasi.
Konsep festival juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati kuliner dalam suasana yang berbeda. Hal ini sejalan dengan tema “SAE RASANE, SAE SUASANANE” yang tidak hanya menekankan cita rasa makanan, tetapi juga atmosfer dan pengalaman yang menyertainya.
Bagi Kota Batu, penyelenggaraan BSFF juga menjadi bagian dari penguatan identitas sebagai kota wisata yang memiliki potensi ekonomi kreatif, khususnya gastronomi. Keberadaan event kuliner secara rutin diharapkan dapat memperkaya agenda pariwisata sekaligus memperkuat keterhubungan antara sektor perhotelan, restoran, ekonomi kreatif dan wisata.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Konsistensi penyelenggaraan BSFF hingga memasuki edisi kesembilan menunjukkan bahwa festival tersebut telah menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam pengembangan kuliner di Kota Batu.
Selain memperkenalkan ragam makanan, festival juga dapat menjadi ruang interaksi antara pelaku usaha dan pengunjung. Dari sisi industri, kegiatan semacam ini membuka peluang promosi dan memperluas jejaring usaha, sementara bagi wisatawan dapat menjadi alternatif pengalaman dalam menikmati Kota Batu.
Pembukaan BSFF ke-9 turut dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman, Ketua PERWOSI Kota Batu Ridha Agusta Heli Suyanto, Sekretaris Daerah Kota Batu, jajaran Forkopimda, serta sejumlah mitra dan kolaborator.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam keberlangsungan festival yang digelar selama tiga hari tersebut. Pemerintah Kota Batu berharap kolaborasi yang terbangun melalui BSFF dapat terus dikembangkan sehingga sektor gastronomi semakin terintegrasi dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan menggabungkan kekuatan pelaku hotel dan restoran, pemerintah, mitra usaha, serta sektor pariwisata, BSFF diharapkan tidak berhenti sebagai festival kuliner tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan karakter Kota Batu melalui cita rasa, kreativitas, dan pengalaman wisata yang ditawarkan kepada masyarakat maupun wisatawan.
Festival ini sekaligus mempertegas bahwa gastronomi dapat menjadi bagian dari identitas sebuah kota. Bagi Kota Batu, kuliner menjadi salah satu unsur yang dapat terus dikembangkan untuk menjaga daya tarik destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Penulis: Samsu








