Pemkot Batu Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir melalui Program LSDP
Kota Batu, Lingkarmedia.com — Pemerintah Kota Batu terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan tata kelola persampahan, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengolahan, hingga penanganan residu.
Upaya tersebut dibahas dalam Kunjungan Lapangan Program LSDP yang berlangsung di Ruang Rapat Utama, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (27/8/2026).
Program LSDP diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan kualitas pelayanan persampahan sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan kegiatan pengangkutan dan pembuangan. Menurutnya, diperlukan sistem yang terintegrasi dan melibatkan seluruh pihak, terutama masyarakat sebagai penghasil sampah.
“Tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan. Kita harus menyelesaikan persoalan sampah secara fokus, terkonsentrasi, dan total,” kata Nurochman.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai sejak dari sumbernya. Karena itu, pemilahan sampah dari rumah tangga perlu dibangun menjadi kebiasaan masyarakat.
Pemilahan sejak dari sumber dinilai penting karena sampah yang sudah tercampur akan lebih sulit untuk diolah kembali. Sebaliknya, sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya akan lebih mudah dimanfaatkan, baik melalui proses daur ulang maupun pengolahan lainnya.
Menurut Nurochman, persoalan persampahan menjadi semakin penting bagi Kota Batu karena daerah tersebut merupakan salah satu destinasi wisata. Tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan berpotensi meningkatkan volume sampah sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang baik.
“Terlebih Kota Batu merupakan daerah wisata yang membutuhkan tata kelola persampahan yang baik,” ujarnya.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Selain menyasar rumah tangga, Pemkot Batu juga mendorong pelaku usaha untuk ikut bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Hotel, restoran, kafe, hingga tempat wisata akan didorong agar memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah yang masuk ke sistem pengangkutan pemerintah sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap lingkungan.
Pemkot Batu juga menyiapkan transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Transformasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengubah paradigma pengelolaan sampah. Sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai material yang harus dibuang, tetapi juga sebagai material yang masih dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.
Dengan konsep TPST, sampah yang masuk diharapkan dapat diproses terlebih dahulu sehingga hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang dikirim ke tahap pemrosesan akhir.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu memperpanjang usia layanan fasilitas persampahan dan menekan jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Dalam kesempatan yang sama, Statisisi Ahli Pertama Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, Ahmad Azam Al Asy’raf, mengatakan Program LSDP mendorong pemerintah daerah membangun sistem pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, termasuk dalam sektor persampahan.
Menurut Ahmad, pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan perencanaan yang matang agar sistem yang dibangun tidak hanya menyelesaikan persoalan dalam jangka pendek, tetapi juga mampu berjalan secara berkelanjutan.
Ia berharap implementasi program LSDP di Kota Batu dapat memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Bahkan, Kota Batu diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan persampahan yang terintegrasi.
Penguatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas perkotaan dan pariwisata. Pemilahan di tingkat rumah tangga, pengelolaan sampah oleh pelaku usaha, pengolahan di fasilitas terpadu, serta penanganan residu menjadi rangkaian yang harus berjalan secara bersamaan.
Melalui Program LSDP, Pemkot Batu berupaya membangun sistem persampahan yang tidak hanya berorientasi pada pengangkutan, tetapi juga menempatkan pengurangan dan pengolahan sampah sebagai bagian utama pelayanan publik.
Keberhasilan program tersebut nantinya sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan keterlibatan semua pihak, pengelolaan sampah di Kota Batu diharapkan semakin efektif sekaligus mampu mendukung terwujudnya kota wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis : Shereen








