Muslimat NU Jatim Dorong Transformasi Dakwah Digital, Khofifah: Dakwah Bisa Diakses 24 Jam oleh Jutaan Orang
LINGKARMEDIA.COM – Transformasi dakwah dari metode konvensional menuju platform digital menjadi fokus utama dalam pertemuan Himpunan Da’iyah bersama Majelis Taklim Muslimat NU yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muslimat NU Jawa Timur di Hotel Royal Orchid, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara rutin setiap enam bulan sekali tersebut dihadiri oleh seluruh Ketua Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU se-Jawa Timur. Pertemuan kali ini mengusung tema “Muslimat NU Berhijrah Menuju Dakwah Digital untuk Peradaban”, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat modern.

Ketua Umum Dewan Pembina/Penasehat Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., HC, yang hadir membuka acara mengatakan bahwa dakwah digital merupakan kebutuhan yang tidak bisa lagi dihindari di era transformasi teknologi saat ini.
Menurut Khofifah, media digital memberikan kesempatan yang jauh lebih luas bagi para dai dan daiyah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat tanpa dibatasi ruang dan waktu.
“Saya ingin mendiskusikan dengan mereka. Jadi kira-kira kalau dakwah secara digital sudah pasti dapat diakses 24 jam, tujuh hari,” ujar Khofifah kepada awak media usai membuka kegiatan.
Khofifah yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur menjelaskan bahwa perubahan pola penyampaian dakwah menjadi digital akan memperluas jangkauan masyarakat yang dapat menerima pesan-pesan keagamaan.
Ia memperkirakan sekitar 235 juta masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah.
“Di Indonesia kira-kira 235 juta orang dapat mengakses dakwah kita kalau dilakukan secara digital,” ungkapnya.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Tidak hanya di tingkat nasional, Khofifah menyebut peluang dakwah digital juga terbuka secara global. Berdasarkan berbagai kajian ilmiah, jumlah pengguna media digital di dunia mencapai lebih dari enam miliar orang.
Ia menambahkan, lebih dari 60 persen pengguna media sosial memanfaatkan platform digital untuk mencari berbagai informasi, termasuk referensi mengenai ajaran agama, pendidikan, hingga nilai-nilai kehidupan.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi Muslimat NU untuk menghadirkan konten-konten dakwah yang edukatif, moderat, dan mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
“Muslimat memiliki potensi yang luar biasa. Jadi kalau misalnya memberikan pesan-pesan dakwah melalui pesan pendidikan, rasanya pendidikan usia dini, Muslimat banyak pakar-pakar PAUD,” katanya.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Menurut Khofifah, selama ini Muslimat NU memiliki sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang pendidikan anak usia dini, pembinaan keluarga, kesehatan, hingga pemberdayaan perempuan. Keahlian tersebut dapat dikemas menjadi materi dakwah digital yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Ia menilai, dakwah digital tidak harus selalu berbentuk ceramah panjang. Berbagai bentuk konten kreatif seperti video pendek, infografis, ilustrasi, animasi, maupun gambar kartun dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan cara yang lebih mudah diterima generasi muda.
Namun demikian, Khofifah mengakui bahwa proses transformasi menuju dakwah digital memerlukan dukungan tenaga profesional, terutama dalam bidang desain visual, produksi konten, hingga pengelolaan media sosial agar materi dakwah menjadi lebih menarik.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
“Bagaimana interior desainnya supaya bisa dinikmati secara lebih luwes itu masih butuh ahlinya,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap ke depan Muslimat NU dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, desain grafis, animasi, videografi, hingga digital marketing untuk memperkuat penyebaran dakwah melalui media digital.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga mendapatkan berbagai materi mengenai strategi transformasi dakwah dari sistem konvensional menuju ekosistem digital. Pembahasan meliputi pemanfaatan media sosial, pembuatan konten dakwah yang menarik, etika berdakwah di ruang digital, hingga strategi membangun komunikasi positif dengan masyarakat melalui platform digital.
Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k
Melalui kegiatan ini, DPW Muslimat NU Jawa Timur berharap para daiyah mampu meningkatkan kapasitasnya dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Selain memperluas jangkauan dakwah, transformasi digital juga diharapkan mampu memperkuat peran Muslimat NU dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pendidikan keluarga, pengasuhan anak, kesehatan, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan karakter bangsa.
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, Muslimat NU optimistis dakwah tidak lagi terbatas pada majelis taklim atau pertemuan tatap muka. Melalui platform digital, pesan-pesan keagamaan dapat diakses masyarakat kapan saja dan di mana saja, sehingga manfaat dakwah dapat dirasakan lebih luas oleh berbagai lapisan masyarakat, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.
Tema “Muslimat NU Berhijrah Menuju Dakwah Digital untuk Peradaban” pun menjadi penegasan bahwa dakwah di era digital bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam, moderasi, pendidikan, serta kemajuan teknologi.
Penulis: Samsu
Editor: Ramses








