Raya, Bocah Kelas 5 SD Temanggung, Siap Menembus Pusat Riset NASA
LINGKARMEDIA.COM – Nama Anantacetta Reugra Abiraya atau yang akrab disapa Raya mendadak menjadi perhatian publik nasional. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD Al Kautsar Temanggung itu berhasil menorehkan prestasi luar biasa di bidang sains, matematika, dan coding hingga mendapatkan undangan ke Amerika Serikat untuk mengunjungi pusat riset antariksa NASA pada Mei 2026.
Di usia yang masih sangat muda, Raya telah menunjukkan kemampuan akademik yang tidak biasa. Prestasinya bukan hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mulai mendapat pengakuan internasional melalui berbagai kompetisi sains dan teknologi yang diikutinya selama beberapa tahun terakhir.
Perjalanan Raya menuju dunia kompetisi internasional dimulai sejak dirinya masih duduk di kelas 2 sekolah dasar. Saat itu, ia mulai tertarik mengikuti berbagai olimpiade matematika dan sains. Ketekunannya dalam belajar serta dukungan penuh dari keluarga membuat Raya terus berkembang dan mulai menekuni dunia coding serta inovasi teknologi.
Dari satu kompetisi ke kompetisi lainnya, Raya berhasil mengumpulkan banyak medali. Tidak hanya di Indonesia, ia juga sukses meraih prestasi dalam ajang internasional yang digelar di berbagai negara. Salah satu pencapaian pentingnya terjadi saat mengikuti kompetisi di Jepang, yang kemudian menjadi titik awal terbukanya peluang lebih besar di dunia akademik internasional.
Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==
Ibunda Raya, Ajeng Primiana, menjelaskan bahwa undangan ke Amerika Serikat datang setelah putranya berhasil meraih medali emas dalam kompetisi coding internasional. Prestasi tersebut membuat Raya mendapatkan invitation untuk mengikuti kegiatan akademik di Amerika sekaligus kesempatan mengunjungi pusat penelitian sains dan teknologi terkenal di dunia.
“Raya mendapatkan undangan ke Amerika Serikat untuk mengikuti Olympiade Tesla serta berkesempatan mengunjungi NASA dan laboratorium penelitian di sana. Agenda itu dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026,” ujar Ajeng di Temanggung.
Lihat juga: https://www.facebook.com/shar
Kesempatan langka tersebut tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seorang anak seusia Raya. NASA selama ini dikenal sebagai pusat riset antariksa terbesar di dunia yang menjadi tempat lahirnya berbagai inovasi teknologi luar angkasa modern.
Bagi Raya, kesempatan melihat langsung laboratorium dan fasilitas penelitian NASA merupakan mimpi besar yang akhirnya bisa terwujud melalui kerja keras dan konsistensinya selama bertahun-tahun.
Lihat juga: https://x.com/LingkarMed
Meski masih berstatus pelajar sekolah dasar, pengalaman internasional Raya terbilang luar biasa. Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, ia telah mengikuti kompetisi di lebih dari 15 negara.
Dari berbagai ajang tersebut, Raya berhasil mengoleksi sekitar 70 medali internasional serta puluhan penghargaan nasional di bidang matematika, sains, dan teknologi. Prestasi itu membuat namanya mulai dikenal di kalangan komunitas olimpiade pelajar internasional.
Pada tahun 2025, Raya tercatat aktif mengikuti berbagai kompetisi global. Sebelumnya, ia juga sempat tampil dalam ajang internasional di Australia. Konsistensi mengikuti kompetisi dan meraih hasil terbaik inilah yang kemudian membuka peluang lebih besar hingga akhirnya mendapatkan undangan langsung ke Amerika Serikat.
Meski memiliki segudang prestasi, Raya tetap menjalani kehidupan layaknya anak-anak seusianya. Ia masih bermain bersama teman-temannya dan menikmati aktivitas sehari-hari sebagai siswa sekolah dasar.
Kesederhanaan itu terlihat ketika dirinya ditanya mengenai perasaannya akan mengunjungi NASA. Dengan polos, Raya mengaku sangat antusias karena ingin melihat langsung laboratorium penelitian yang selama ini hanya ia lihat melalui buku dan internet.
“Pengen lihat laboratoriumnya seperti apa. Seru pasti,” katanya singkat sambil tersenyum.
Keberhasilan Raya menjadi inspirasi bagi banyak pelajar di Indonesia, khususnya anak-anak daerah yang memiliki mimpi besar di dunia pendidikan dan teknologi. Kisahnya menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk bersaing di tingkat dunia selama ada kemauan, kerja keras, dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Dari Temanggung, sebuah daerah yang jauh dari pusat teknologi dunia, Raya membuktikan bahwa anak Indonesia mampu menembus panggung internasional melalui kemampuan akademik dan inovasi.
Kunjungan ke NASA sendiri dijadwalkan berlangsung selama sekitar tujuh hari. Raya akan berangkat ke Amerika Serikat bersama ibunya pada 20 Mei 2026. Dalam agenda internasional tersebut, peserta biasanya juga mendapatkan pendampingan dari perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, termasuk kedutaan maupun konsulat.
Selain mengunjungi NASA, Raya juga akan mengikuti berbagai kegiatan akademik internasional lainnya yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi.
Namun perjalanan Raya belum berhenti di sana. Setelah pulang dari Amerika Serikat, jadwal kompetisinya masih cukup padat. Pada Juni 2026, ia dijadwalkan kembali mengikuti kompetisi di Kuala Lumpur, Malaysia.
Tidak hanya itu, Raya juga akan mengikuti World International Mathematical Olympiad (WIMO), salah satu ajang matematika internasional paling bergengsi yang kerap disebut sebagai “piala dunia matematika” bagi para juara olimpiade dari berbagai negara.
Pencapaian Raya menjadi bukti bahwa investasi pendidikan sejak dini dapat melahirkan generasi unggul yang mampu membawa nama Indonesia di tingkat global. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dunia, kehadiran anak-anak berbakat seperti Raya menjadi harapan besar bagi masa depan bangsa.
Kisah Raya juga memperlihatkan pentingnya dukungan keluarga dalam mengembangkan potensi anak. Konsistensi belajar, keberanian mencoba tantangan baru, dan kesempatan mengikuti kompetisi internasional menjadi kombinasi yang membentuk mental juara sejak usia dini.
Kini, langkah kecil Raya menuju NASA bukan sekadar perjalanan seorang anak sekolah dasar ke Amerika Serikat. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi simbol harapan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan besar untuk bersaing di dunia internasional dan menjadi bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan global.
Penulis: Ramses
Editor: Samsu








