Sebulan Pasca Banjir dan Longsor Tapsel, 4.693 Warga Masih di Pengungsian

IMG-20251229-WA0032

LINGKARMEDIA.COM – Hingga Minggu (28/12/2025), BPBD Sumut mencatat total korban jiwa akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan mencapai 88 orang meninggal dunia.

Selain itu, terdapat 127 orang terluka, 20 orang dinyatakan masih hilang, dan 4.693 orang terpaksa mengungsi di berbagai titik pengungsian.

Kebutuhan perbaikan hunian menjadi prioritas mendesak bagi warga Tapsel yang kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal akibat bencana dahsyat ini. Kini para pengungsi mulai terserang penyakit menular, seperti batuk, demak hingga pilek.

Selain masalah pengungsian, ribuan rumah warga dilaporkan masih dipenuhi material lumpur sisa bencana. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru.

Warga Huta Godang merayakan Natal di posko pengungsian gedung serbaguna HKBP Wek II, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Natal tahun ini warga merasa sedih karena tak punya rumah yang disapu banjir bandang.

Aparat gabungan hingga Minggu (28/12/2025) masih terus berjibaku membersihkan material longsor dan lumpur yang masuk ke dalam rumah warga. Pembersihan dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan manual.

Pemerintah daerah juga mengimbau warga tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi dan potensi banjir susulan cukup besar.

Sementara, lokasi pengungsian di Desa Meunasah Pulo, Peudada, Bireun, Aceh dihantam banjir bandang pada Rabu (24/12/2025).

Diwartakan Serambinews.com, luapan Sungai Peudada menghantam lokasi pengungsian yang berisi seribuan warga.

Beberapa pengungsi yang sedang memindahkan tenda mengatakan, banjir kembali menerjang kawasan mereka mulai Rabu malam pukul 20.00 WIB hingga Kamis dinihari.

Penulis: Tim Respon Bencana

Editor: Ramses