Pemkot Batu Jajaki Kolaborasi Transformasi Digital, Dorong Integrasi Layanan Publik Hingga Desa

IMG-20260626-WA0289

LINGKARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Batu terus memperkuat langkah menuju transformasi digital pemerintahan dengan menjajaki peluang kolaborasi strategis bersama perusahaan teknologi Immortal. Upaya ini difokuskan pada pengembangan sistem layanan publik yang terintegrasi hingga tingkat desa guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto dengan CEO Immortal yang digelar di ruang kerja Wakil Wali Kota Batu, Jumat (26/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Pemkot Batu menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan perkembangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/pemkab-cilacap-bersihkan-data-100-titik-sppg-fiktif-mapikor-desak-audit-nasional/

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya sebatas menghadirkan banyak aplikasi baru tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, digitalisasi harus mampu menyederhanakan alur pelayanan, mempercepat proses administrasi, serta memastikan data yang digunakan pemerintah lebih akurat dan terintegrasi.

“Digitalisasi harus benar-benar mempermudah pelayanan masyarakat dan mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, serta berkelanjutan,” ujar Heli.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Ia menjelaskan, selama ini salah satu tantangan utama yang dihadapi pemerintah daerah adalah banyaknya aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pemerintahan desa. Kondisi tersebut sering kali menimbulkan tumpang tindih data, memperlambat koordinasi, hingga menyulitkan pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, Heli juga menyoroti belum optimalnya integrasi data antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Menurutnya, setiap perangkat daerah masih memiliki sistem masing-masing yang belum sepenuhnya terkoneksi dalam satu jaringan data terpadu.

Permasalahan lainnya adalah tingginya ketergantungan pemerintah terhadap pihak ketiga dalam pengelolaan dan pengembangan sistem digital. Hal ini dinilai berisiko dalam jangka panjang, terutama terkait fleksibilitas pengembangan, keamanan data, dan efisiensi anggaran.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Karena itu, Pemkot Batu mulai membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang mampu menghadirkan solusi digital yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, CEO Immortal memaparkan konsep platform digital pemerintahan yang dirancang secara terintegrasi dalam satu ekosistem. Platform ini menawarkan skema kepemilikan penuh source code oleh pemerintah daerah, sehingga Pemkot Batu memiliki kontrol penuh terhadap sistem yang digunakan.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Konsep ini dinilai menjadi salah satu solusi atas persoalan ketergantungan terhadap vendor eksternal. Dengan kepemilikan source code, pemerintah dapat melakukan pengembangan mandiri sesuai kebutuhan daerah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pihak ketiga.

Platform yang ditawarkan mencakup berbagai layanan penting, mulai dari administrasi desa, sistem keterbukaan informasi publik, etalase digital untuk produk UMKM, dashboard Satu Data, hingga sistem buku tamu dan perjalanan dinas.

Seluruh layanan tersebut dirancang saling terhubung, sehingga memungkinkan sinkronisasi data secara real-time dan mempermudah proses monitoring maupun evaluasi kebijakan pemerintah.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Bagi pemerintah desa, sistem terintegrasi ini diharapkan mampu memangkas beban administrasi yang selama ini sering kali memakan waktu dan tenaga. Dengan sistem yang lebih sederhana dan terkoneksi, aparatur desa dapat lebih fokus pada pelayanan langsung kepada masyarakat.

Di sisi lain, keberadaan etalase digital UMKM juga dinilai strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Batu dapat dipromosikan lebih luas melalui platform digital yang terhubung dengan sistem pemerintahan.

Pemkot Batu memandang transformasi digital sebagai bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan kota yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Integrasi layanan publik hingga tingkat desa diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan birokrasi yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Pemerintah Kota Batu berharap dapat menemukan model transformasi digital yang tidak hanya modern secara teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan aparatur pemerintahan di lapangan.

Ke depan, hasil audiensi ini akan menjadi bahan kajian lebih lanjut sebelum masuk pada tahap implementasi teknis. Jika terealisasi, sistem digital terintegrasi tersebut berpotensi menjadi langkah besar bagi Kota Batu dalam mempercepat reformasi birokrasi berbasis teknologi dan memperkuat pelayanan publik yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

 

Penulis: Samsu

Editor: Ramses