Tradisi Bersih Dusun Pendem, Warga Merajut Kebersamaan Lewat Pawai Budaya dan Tumpengan

snapedit_1782311060732_copy_900x675

LINGKARMEDIA.COM – Tradisi selamatan desa yang menjadi agenda tahunan masyarakat di berbagai wilayah Kota Batu tahun ini berlangsung dengan nuansa yang sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya perayaan dipusatkan dalam skala desa, kali ini sejumlah wilayah memilih melaksanakannya secara mandiri di masing-masing dusun, termasuk di Dusun Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Pada Rabu (24/6/2026) siang, Dusun Pendem menggelar kegiatan Bersih Dusun Pendem yang berlangsung meriah dengan melibatkan tiga kontingen pawai budaya. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari tradisi selamatan dusun yang telah diwariskan turun-temurun dan terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat setempat.

Ratusan warga tampak antusias mengikuti jalannya acara. Mulai dari tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, hingga kalangan pelajar turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Dusun Pendem.

Baca juga: https://lingkarmedia.com/ribuan-warga-semarakkan-pawai-budaya-slametan-desa-tawangsari-ke-200-tahun/

Tradisi bersih dusun sendiri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat yang sarat makna. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur yang telah membuka dan membangun wilayah tersebut.

Kegiatan tahun ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan dan Budaya-Budaya yang Ada di Dusun Pendem”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen masyarakat untuk terus menjaga persatuan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Lihat juga: https://www.instagram.com/ling.karmediacom?igsh=MWphNHRzOTNuM3hraQ==

Kepala Desa Pendem, Tri Efendi, menyampaikan bahwa pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tradisi selamatan yang digelar secara mandiri oleh masing-masing dusun.

Menurutnya, tradisi seperti ini merupakan bagian dari hak asal-usul masyarakat yang wajib dijaga dan dihormati keberadaannya.

“Pemerintah desa sangat menghormati kegiatan selamatan yang dilaksanakan oleh setiap dusun. Tradisi ini merupakan bagian dari budaya dan hak asal-usul masyarakat yang harus tetap dijaga keberlangsungannya,” ujar Tri Efendi saat ditemui awak media di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan selamatan dusun yang berkaitan dengan punden dan sejarah dusun menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas segala nikmat, keselamatan, dan keberkahan yang telah diterima selama ini.

Lihat juga: https://www.facebook.com/shar

Sementara itu, Kepala Dusun Pendem, Muji (57), menjelaskan bahwa kegiatan Bersih Dusun memiliki nilai penting dalam menjaga warisan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Menurutnya, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk nguri-uri budaya atau melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menguri-uri budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga Dusun Pendem,” ungkap Muji.

Lihat juga: https://x.com/LingkarMed

Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan secara gotong royong oleh panitia yang terdiri dari pengurus RT dan RW bersama masyarakat. Mulai dari persiapan pawai budaya, penataan lokasi acara, hingga tradisi tumpengan dilakukan bersama-sama.

Dalam pawai budaya yang digelar, masyarakat menampilkan beragam kesenian dan tradisi khas yang hidup di lingkungan Dusun Pendem. Beberapa peserta mengenakan pakaian adat, membawa hasil bumi, serta menampilkan simbol-simbol budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakat agraris.

Lihat juga: https://www.tiktok.com/@lingkarmedia.com?_r=1&_t=Zs-97tfygyn89k

Suasana semakin semarak dengan iringan musik tradisional yang mengiringi jalannya pawai. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat larut dalam semangat kebersamaan, menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang interaksi sosial yang memperkuat hubungan antargenerasi.

Puncak acara Bersih Dusun Pendem dipusatkan di kawasan punden yang diyakini sebagai tempat bersemayam makam Mbah Bedar dan Mbah Sumiar, dua tokoh yang dikenal sebagai pembabat awal atau pendiri Dusun Pendem.

Bagi masyarakat setempat, punden bukan sekadar situs sejarah, tetapi juga simbol penghormatan terhadap jasa para leluhur yang telah membuka kawasan tersebut hingga menjadi wilayah yang berkembang seperti sekarang.

Di lokasi itu, warga bersama-sama menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus rasa syukur.

Tradisi tumpengan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan ini. Warga membawa tumpeng dari rumah masing-masing untuk kemudian dikumpulkan dan disantap bersama-sama.

Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, serta rasa syukur atas kehidupan yang harmonis dan penuh keberkahan.

Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat Dusun Pendem berharap nilai-nilai kebersamaan dan budaya lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Di akhir kegiatan, Muji berharap tradisi Bersih Dusun Pendem bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang.

“Semoga budaya yang telah diwariskan leluhur tetap lestari, kebersamaan warga semakin kuat, dan kehidupan masyarakat Dusun Pendem menjadi lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

 

Penulis : Samsu

Editor: Ramses